SUARA PEMBARUAN DAILY

PS UPH Galang Dana Menuju "World Choir Games"

SP/YC Kurniantoro

Paduan suara anak Sekolah Pelita Harapan Bukit Sentul tampil dalam konser amal yang bertajuk "Music Down in My Soul" di Goethe Haus, Jakarta, Sabtu (23/2). Konser ini diadakan untuk mencari donasi guna mengikuti "5th World Choir Games" di Graz, Austria 9-19 Juli mendatang.

[JAKARTA] Paduan suara anak-anak Sekolah Pelita Harapan (SPH) Bukit Sentul menggelar konser bertajuk Music Down In My Soul di Goethe Haus Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2) malam. Konser tersebut digelar dalam rangka menggalang dana untuk World Choir Games kelima di Graz, Austria, 9 - 19 Juli 2008.

Sekitar 32 siswa dan siswi tampil di konser yang digelar Sabtu (23/2) malam. Mereka membawakan sepuluh lagu sambil menawarkan paket promosi berbagai variasi harga mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 100 juta kepada para penonton yang berasal dari berbagai perusahaan maupun individu.

Paduan suara SPH Bukit Sentul dibimbing Music Director Daniel Dasalak. Pria kelahiran tahun 1976 itu resmi menjadi pelatih paduan suara SPH Bukit Sentul sejak Agustus 2002.

Pada sesi pertama , pertunjukan diawali lagu Lily of The Valley dengan aransemen Moses Hogan, kemudian diikuti lagu bertempo cepat di bait awal yang diselingi dengan hentakan kaki, Elijah Rock serta dengan aransemen Clifton J Noble, Jr. Setelah dua lagu pembuka dibawakan, acara masuk pada pelelangan tahap pertama dengan menawarkan lagu bertempo cepat berjudul Cantate! Sing!, hasil komposisi Wayland Rodgers.

Penampilan paduan suara SPH Bukit Sentul dengan tiga lagu pertama yang dibawakan, mampu membawa seisi ruangan yang dipadati penonton terbawa suasana. Kolaborasi vokal rendah dan tinggi terdengar bersahut-sahutan dan menghasilkan nada-nada yang harmonis.

Konser juga diisi dengan lagu berbahasa Jepang, Hutaru Koi yang diaransemen Ro Ogura, yang dilanjutkan dengan solois Priscilla Vikananda membawakan lagu rohani berjudul Ride on, King Jesus yang diaransemen Moses Hogan. Vikananda adalah siswi kelas 10 SPH Bukit Sentul.

Setelah itu, konser masuk pada sesi kedua yang diawali lagu Blow Ye Trumpet milik Kirke Meechem dengan iringan piano Santo K Gultom. Dalam rangkaian acara konser diselipkan pelelangan ulos yang bertuliskan "Charity Concert Music Down In My Soul". Ulos tersebut akhirnya terjual Rp 10 juta.

Energik

Paduan suara SPH Bukit Sentul juga membawakan lagu unik yang hanya terdiri dari lima suku kata, "dang, ding, dung, deng, dong" dengan nuansa Jawa yang berjudul Gamelan. Setelah Gamelan, lagu tradisional lain yang mereka bawakan adalah Jaranan. Jaranan terdengar sangat jenaka, terlebih ketika anggota paduan suara melafalkan kata-kata dalam bahasa Jawa sambil melakukan koreografi lincah yang berkesan energik.

Lagu Music Down In My Soul menjadi lagu pamungkas. Lagu yang diaransemen Moses Hogan tersebut mampu memberi suasana melankolis.

Menurut Daniel, di kompetisi World Choir Games ke-5 di Graz, Austria, mereka akan membawakan 12 lagu termasuk Jaranan dan Gamelan untuk menonjolkan budaya Indonesia di tengah peserta dan penonton yang berasal dari berbagai belahan dunia.

Untuk dapat berpartisipasi dalam kompetisi itu paduan suara memerlukan dana sekitar Rp 1 miliar. Dana tersebut diperlukan untuk biaya kostum, pelatihan, akomodasi, dan tiket penerbangan. Paduan suara SPH Bukit Sentul yang pernah berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi di Tian An Men (Tiongkok) dan Pattaya (Thailand) dalam waktu dekat ini akan menggelar konser rutin tahunan sebelum berkompetisi di Austria. Namun tempat dan waktu tepatnya belum ditentukan. [WWH/N-4]


Last modified: 25/2/08