[BENGKULU] Petani sawit di Bengkulu mengeluhkan tingginya harga pupuk, terutama jenis NPK. Harganya pun kini melangit, dari semula Rp 70.000 menjadi Rp 300.000 per karung isi 50 kilogram (kg) atau naik 428 persen.
Hal itu menyebabkan para petani di Bengkulu, khususnya petani sawit, kesulitan untuk memupuk tanaman mereka.
Yunus (48), petani sawit di Bengkulu kepada SP, Minggu (24/2) mengatakan, sejak dua bulan ini, harga pupuk NPK di Bengkulu sudah beberapa kali mengalami kenaikan, sehingga petani sawit kesulitan membeli bahan penyubur tanah tersebut.
"Sekarang ini, meski harga tandan buah sawit (TBS) di Bengkulu cukup bagus, Rp 1.300/kg, tapi hasil panen tetap tidak seimbang dengan kenaikan harga pupuk, yang hampir lima kali lipat dari sebelumnya," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Sitorus, petani sawit lainnya. Akibat harga pupuk NPA di Bengkulu melonjak, sebagian tanaman sawitnya tidak pupuk. Pasalnya, kebutuhan pupuk untuk tanaman sawit besar dibanding dengan tanaman pertanian lain.
Sementara itu, Kepala Gudang PT Pusri Cabang Bengkulu, Asril mengatakan, pihaknya kurang mengetahui persis apa penyebab melonjaknya harga pupuk NPK di Bengkulu. Sebab, stok pupuk milik PT Pusri saat ini dalam kondisi aman.
"Stok pupuk di gudang PT Pusri Bengkulu sebanyak 700 ton, cukup untuk dua bulan," katanya. [143]