
[BOCA RATON] Coca-Cola Co akhir pekan lalu menegaskan bahwa mereka ingin tetap melanjutkan mengakuisisi beberapa perusahaan. Tetapi itu tidak terkait langsung dengan tujuan rencana pertumbuhan jangka panjang perusahaan tersebut.
Cocal-Cola menegaskan kembali target jangka panjangnya yaitu meningkatkan volume penjualan per tahun dari 3 persen menjadi 4 persen, pendapatan dari 5 persen menjadi 6 persen, pemasukan operasional dari 6 persen menjadi 8 persen. Sementara penerimaan per lembar saham sedikit lebih tinggi satu digit.
Target-target itu tidak termasuk akuisisi, ujar Kepala Keuangan Coca-Cola Co., Gary Fayard dalam sebuah presentasi pada sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Kelompok Analis Konsumen New York, di Boca Raton, Florida, Amerika Serikat, akhir pekan lalu.
"Kita masih tetap pada kebijakan untuk terlibat dalam beberapa akuisisi. Tetapi itu tidak termasuk dalam hitungan untuk menunjang pertumbuhan," ujar Fayard sambil menambahkan bahwa gambaran kesuksesan perusahaannya adalah memenuhi target-target itu melalui capaian pertumbuhan dari bisnis yang sudah ada.
Menurut Muhtar Kent Direktur Pelaksana Coca-Cola yang dicalonkan menjadi CEO, perusahaannya tidak bisa menggantikan pertumbuhan alami hanya dengan akuisisi. "Pertumbuhan seperti itu ibarat oksigen dalam bisnis kita," tegasnya.
Karena itu, Kent menegaskan bahwa, proses akuisisi ini harus dilakukan dengan cara-cara atau pola yang penuh kedisiplinan.
"Anda tidak bisa begitu saja menambahkan sesuatu ke dalam sistem anda yang sudah ada," tambahnya. Bahkan menurut dia, dalam proses akuisisi ini, yang menjadi sorotan utama adalah nama mereknya.
Untuk itu Coca-Cola hanya melirik perusahaan dalam jumlah kecil saja. Dengan kata lain, tidak terfokus pada suatu pertarungan yang bisa menjadi makin besar.
Belum lama ini Coca-Cola mencontohkan akuisisi yang baru-baru ini dilakukan terhadap perusahaan FUZE and Glaceau vitamenwater. Dampak yang ditimbulkan dari akuisisi itu adalah justru memicu tingginya penjualan produk-produk lama seperti minuman ringan berkarbon termasuk Coca-Cola, Diet Coke, dan Sprite. [Rtrt/E-4]