SUARA PEMBARUAN DAILY

Kompetisi NBA

Adakah Kejutan Setelah Perpindahan Pemain?

Pemain Dallas Mavericks Jason Kidd (nomor 2) memasukkan bola saat melawan New Orleans Hornets, di New Orleans, Rabu (20/2). Chris Graythen/Getty Images/AFP

Perpindahan pemain dari satu tim ke tim lain belakangan ini semakin marak dibicarakan bukan hanya di kalangan manajer atau pengelola klub, tetapi para pencinta bola basket NBA tidak mau ketinggalan.

Banyak alasan perpindahan atau pertukaran pemain di antara tim anggota NBA ini. Salah satunya menjelang babak play off, semua tim baik di Barat maupun Timur terlihat intensitas memperoleh pemain terbaik makin tinggi.

Bahkan jauh sebelum dimulainya laga kompetisi NBA tahun 2007-2008 dimulai, juga sudah beredar keinginan para bintang yang ada di satu tim pindah ke tim lain, dengan alasan ingin lebih berprestasi, dan bukan sekadar nilai kontrak yang lebih besar.

Ingat saja, sebelum kompetisi 2007-2008 dimulai, Kobe Bryant merasa frustrasi berada di LA Lakers. Rumor pun bertebaran mengenai keinginannya hengkang dari Lakers. Tapi apa mau dikata, dia tetap menjadi pilihan pelatih Lakers, Phil Jackson. Dan memang Bryant makin berprestasi.

Apalagi di tahun 2008 ini masuknya Pau Gasol dari Memphis Grizzlies ke Lakers, membuat tim itu semakin tangguh di wilayah Timur. Apabila center Lakers Andrew Bynum sembuh dari cidera lutut, maka tim itu mempunyai kekuatan penuh. Banyak yang memperkirakan Lakers bisa lolos ke final NBA.

Sedangkan untuk jangka panjang, tahun 2010 Lakers kembali mendapat hak yang pertama mendapatkan Kwame Brown dan Javaris Crittenton, dan Aaron McKie dari tangan Grizzlies.

Kini setelah kompetisi NBA berlalu setengah jalan, dengan diselingi NBA All Star, pertukaran pemain pun marak kembali. Setelah Pau Gasol ke Lakers, kemudian Shaquille O'Neal dilepas Miami Heat ke Phoenix Suns.

Di tim barunya itu, banyak pemain yang berharap O'Neal yang kini dijuluki "the big cactus" membantu tim itu meraih sukses di wilayah Barat.

Kemudian, muncul perundingan alot antara Dallas Mavericks dengan New Jersey Nets untuk menarik kembali Jason Kidd. Walau pun perundingan sempat diwarnai ketidakpastian, namun akhirnya rampung. Kidd kembali ke "kandang" Dallas yang tahun 1994 memilihnya untuk pertama kali berkarier di NBA.

Yang tidak kalah serunya kemudian melanda forward Sacramento Kings, Ron Artest. Menurut dua sumber di NBA, akhir pekan lalu menyebutkan Denver Nuggets terus mengejar Kings untuk mendapatkan Artest, sepaket dengan Linas Kleiza, dan Eduardo Najera.

Sementara LA Clippers pun mengejar Mike Miller dari Memphis Grizzlies yang disebut-sebut habis masa kontraknya. Bukan Miller saja yang diincar Denver Nuggets, sejumlah pemain lain seperti Sam Cassell dan Aaron Williams juga masuk paket untuk dijual.

Bahkan Nuggets sempat menyuruh sebuah tim menyaksikan penampilan Miller seminggu sebelumnya, Nuggets juga membahas mengakuisisi guard Kyle Lowry untuk ditukar dengan Von Wafer.

Di sisi lain, Miller diincar juga oleh Cleveland Cavaliers, Bahkan dia melihat Andre Miller lebih berharga ketimbang yang pernah mereka lakukan terhadap Mike Bibby. Namun, sampai kini mereka belum memperlihatkan keinginan untuk mengeluarkan point guard itu, walaupun kecil kemenangan yang mereka raih selama ini.

Cavaliers juga sudah membahas mengani pertukaran point guard Lowry dengan Jarret Jack dari Portland Blaiser. Tampaknya ada sedikit catatan dalam pertukaran itu, yaitu mereka perlu menandatangani kontrak secara terbatas dengan guard Jose Calderon dan Carlos Delfino pada musim panas ini. Sedangkan Toronto Raptors menawarkan juara lemparan tiga angka NBA All Star, Jason Kapono.

Tampaknya mereka tidak akan banyak mempertimbangkan kontrak tiga tahun yang hampir bernilai US$ 19 juta untuk Kapono.

Di sisi lain Orlando Magic terus belanja dengan pemain baru untuk memperkuat barisan penyerang mereka. Hal ini salah satunya juga karena sudah habisnya masa kontrak Pat Garrity.

Sementara San Antonio Spurs lebih tertarik mengembalikan Tony Parker ke barisan pemain inti mereka, sambil melihat kondisi para pemain dalam kekuatan penuh. Namun dengan ada beberapa pemain yang habis masa kontrak mereka termasuk Brent Barry. Kini Spurs berusaha mencari penggantinya.

Pilihan itu jatuh pada klub Philadelphia 76ers untuk mendapatkan Kyle Korver. Tetapi tidak mau kehilangan hak pertama pemilihan pemain di putaran berikutnya.

Bukan cuma Korver yang diincar, Spurs juga berusaha mendapatkan Josh Childress dari Atlanta Hawks, namun kemudian keburu ditolak (rebuff).

Dengan kata lain, Spurs berusaha mendapatkan pemain terutama untuk posisi center dengan postur tubuh lebih proporsional dibanding Shaquille O,Neal yang kini berada di Phoenix Suns dan semakin tangguhnya keberadaan Yao Ming di Houston Rockets.

Sekarang bagaimana dengan tim lain? Yang disebut-sebut berminat mencari pemain lain adalah New Orleans Hornet. Tetapi yang pasti persaingan di Wilayah Barat semakin berat. Pergeseran pemain membuat dari satu tim ke tim lain membuat pertarungan di babak berikutnya makin seru, Siapa saja yang bakal lolos ke babak play off, mungkinkan ada kejutan? Tunggu saja. Begitu juga di wilayah Timur, siapa yang terbaik? Tunggu di putaran berikutnya. [E-4]


Last modified: 22/2/08