
da banyak perbedaan dari penampilan Siti Nurhaliza usai menunaikan ibadah haji tahun lalu. Kini ia tampil dengan selembar kerudung yang melekat di kepala, menutupi rambut lurusnya yang biasa tergerai indah. Tak hanya itu, Siti pun sudah mengusung album baru.
"Penampilan ini cuma sementara, karena Siti baru pulang menunaikan ibadah haji. Namun Siti mencoba untuk melakukan perubahan secara perlahan-lahan. Insya Allah Siti berharap semua akan menjadi lebih baik," kata Siti saat bincang-bincang dengan SP di Jakarta, baru-baru ini.
Tampaknya Siti tak hanya dewasa dalam penampilan, album terbaru yang berjudul Hadiah Daripada Hati juga terlihat makin "matang". Album ini merupakan album solo ke-12 dan juga album solo pertamanya pascapernikahan dengan Dato Sri Khalid Mohamad Jiwa, lebih dari satu tahun lalu.
"Dalam membuat album ini, Siti mau sesuatu yang lebih matang. Baik pada komposisi lagunya, liriknya, juga dari cara bernyanyi Siti," ungkapnya.
Seperti album lawas yang berjudul Transkripsi, kali ini Siti kembali menggandeng komposer Indonesia dan Malaysia. Bagi Siti, kolaborasi ini merupakan suatu kombinasi terbaik yang pernah dilakukan. Ada musisi lama dan ada musisi baru. Termasuk nama komposer Singapura bernama Dick Lee. Alhasil, Hadiah Daripada Hati merupakan gabungan untuk penggemar dengan selera berlainan.
"Siti berharap sama seperti album sebelumnya, album ini akan dapat diterima dengan baik oleh para penikmat musik di Indonesia," ujarnya.
Menurut Siti, kolaborasi yang terjadi antara musisi Indonesia dan Malaysia sama sekali tak terhalang oleh kondisi hubungan musisi Indonesia dan Malaysia yang sedikit merenggang lantaran musik Indonesia menjadi "tuan rumah" di radio-radio negeri Jiran tersebut.
"Kolaborasi ini merupakan sebuah ungkapan rasa terima kasih Siti pada para penggemar di Indonesia dan Malaysia. Pasalnya selama ini, album Siti telah diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Siti juga ingin mengucapkan terima kasih pada para komposer Indonesia yang telah banyak membantu Siti," imbuhnya.
Musik sebagai bahasa yang universal, lanjut Siti, sudah selayaknya dapat diterima di negara mana pun. Ia pun berharap berbagai masalah yang terjadi tak menjadi kendala bagi para musisi untuk berkarya.
"Siti lebih melihat musik sebagai sesuatu yang universal. Siti senang sekali masalah itu tidak menghalangi para musisi untuk bekerja sama di album ini. Lebih baik perkara-perkara seperti ini tidak perlu dipikirkan," katanya.
Dapat Diterima
Pada album terbarunya ini, selain menggandeng Pongky Jikustik lewat lagunya berjudul Melawan Kesepian, Siti juga mengusung lagu karya Cynthia Lamusu yang berjudul Kerana Dirimu. Siti berharap dukungan para musisi Indonesia tersebut akan makin membuat albumnya dapat diterima di kalangan penikmat musik Indonesia.
Selain kedua lagu tersebut, album yang diproduksi Siti Nurhaliza Productions (M) Sdn.Bhd dan diedarkan Universal Music Indonesia ini juga memuat lagu-lagu berjudul Ku Mahu, Mulanya Cinta, Tanpa Kalian, Biarkan, Hati, Wanita, Cintamu, Sutramaya, dan Sekian Lama.
Di antara lagu-lagu tersebut, jelas Siti, bebe- rapa di antaranya merupakan lagu kesukaan sang suami. Di antaranya lagu berjudul Mulanya Cinta dan Cintamu.
"Tapi secara keseluruhan dia menyukai album ini. Dan sering memutarnya saat sedang di mobil," imbuhnya seraya tertawa.
Album Hadiah Daripada Hati, kata Siti, merupakan sebuah persembahan dan hadiah dari Siti untuk para penggemarnya. Ia pun mengharapkan album yang dirilis di Indonesia sejak 25 Januari ini akan mendapat penerimaan yang terbaik. [SP/Yumelda Chaniago]