SUARA PEMBARUAN DAILY

Akhirnya, Komputer Berharga Terjangkau

Di era digital saat ini, pemanfaatan komputer dalam kegiatan belajar dan bekerja menjadi semakin penting. Kepemilikan komputer pun menjadi perlu untuk mempermudah aktivitas belajar maupun bekerja. Namun, tidak dapat dipungkiri daya beli masyarakat Indonesia terhadap peranti itu masih tergolong rendah. Solusinya memang produsen pembuat peranti itu, membuat produk berharga terjangkau atau murah. Syukurlah, dalam kuartal pertama tahun 2008, sudah ada produsen yang mau berjualan komputer murah. Mudah-mudahan, sekarang memang zamannya murah. Toh berharga murah, bukan berarti murahan.

Setelah Asus yang meluncurkan notebook Eee yang berkisaran harga Rp 3-4 juta, sekarang giliran Xyrex. Pemain lokal ini baru-baru ini juga meluncurkan komputer desktop dan laptop murah. Desktop seharga Rp 2 jutaan dan laptopnya cuma dibanderol Rp 3 juta.

President Director Zyrex, Timothy Siddik di Jakarta mengatakan, penetrasi komputer di Indonesia masih terlalu rendah. Bahkan berada pada level terendah hanya sekitar 4 persen. Padahal dikatakannya, salah satu ukuran sebuah negara maju adalah kepemilikan komputer. Negara maju seperti Singapura memiliki penetrasi komputer mencapai 80 persen.

Oleh karena itu, sejak berdiri di tahun 1996, Zyrex berusaha menjembatani technology gap bersama Intel dengan memproduksi komputer yang sesuai dengan kebutuhan tiap pribadi. Timothy menyatakan, Zyrex mempunyai visi setiap keluarga Indonesia dapat memiliki satu komputer. Produsen komputer nasional terbesar itu terus berusaha meluncurkan komputer yang mudah dimiliki.

Untuk mewujudkan visi meluncurkan komputer dan laptop murah. Produsen komputer yang berdiri sejak 1996 itu memproduksi Zyrex Nettop Studia dengan harga hanya berkisar Rp 2 jutaan. Zyrex Nettop Studia komputer yang diperuntukkan bagi para siswa-siswi sekolah. Nettop Studia dilengkapi dengan prosesor Intel Pentium Dual Core 512 MB RAM, 80 GB HDD, DVD Combo, Multimedia dengan speaker dan optical mouse.

"Dengan diluncurkan komputer ini Zyrex berharap dalam waktu dekat, setiap keluarga akan mempunyai satu komputer," kata Timothy. Produsen lokal itu juga meluncurkan student laptop berbasis classmate PC bernama Anoa. Peranti ini dirancang khusus untuk dipakai di kelas dan di rumah dengan desain menarik, ringan dan tahan bentur. Anoa pun dipa- sang harga ekonomis sekitar Rp 3 jutaan.

Laptop tujuh inci itu merupakan laptop berbasis teknologi ICT yang khusus diperuntukkan bagi guru dan pelajar untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Anoa dilengkapi dengan teknologi Wi-Fi sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan secara online.

Consumer Marketing Manager Zyrex, Nursam mengatakan, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih asyik dan interaktif. Anoa memiliki program e-learning software dilengkapi dengan teacher control.

"Dengan sistem ini guru juga dapat mengetahui apa yang dilakukan oleh muridnya, apakah ia memperhatikan pelajaran atau sedang bermain game di komputer," kata Nursam.

Bersama Anoa, kegiatan belajar mengajar semakin mudah. Guru dan murid langsung belajar tanpa membuka buku. Guru memberikan materi pelajaran pada komputer dan murid akan menerimanya dalam laptop masing-masing siswa. Ujian juga dilakukan secara online sesuai waktu yang telah diatur dan ditata guru. Hasil ujian akan diolah dan nilainya dapat langsung dikalkulasi saat itu juga.

"Anoa juga memungkinkan siswa melakukan kerja kelompok secara interaktif dengan siswa lain. Berinternet pun menjadi lebih menyenangkan," papar Nursam.

Selain itu Anoa juga dilengkapi dengan program parental control. Orangtua dapat melakukan kontol dengan mengatur waktu penggunaan laptop anak. Orangtua juga bisa membatasi akses internet dengan memblokir website-website yang tidak cocok bagi si anak.

Bagi profesional muda yang memiliki mobilitas tinggi, Zyrex memberikan kemudahan bekerja dengan menciptakan laptop Ubud. Laptop yang dirancang khusus sebagai komputer ultra mobile dengan ukuran layar tujuh inci. Ubud memiliki kualifikasi 1 GB RAM, 30 GB HDD, dilengkapi dengan Wi-Fi dan webcam. Bobot Ubud tergolong ringan tidak sampai satu kilogram dan mempunyai baterai yang tahan mencapai 4 jam. Zyrex pun menjualnya dengan patokan harga Rp 4 Jutaan.

Di masa depan Timothy terus berjuang suatu hari harga laptop akan semakin murah dengan kisaran harga dua jutaan. Ia berharap penggunaan laptop akan semakin membudaya sama seperti penggunaan handphone.

"Kalau sekarang tiap orang, dua handphone. Kenapa tidak bisa satu orang memiliki satu laptop. Marilah kita sukseskan pemanfaatan teknologi informasi yang maksimal," katanya. [DLS/N-5]


Last modified: 22/2/08