
ersahabatan yang dijalin Ananda Ardiansyah dan Jafar Budiman Lubis semakin akrab. Keduanya seakan saling mengetahui watak dan jiwa masing-masing. Sayang kondisi itu hanya berjalan singkat.
Hubungan keduanya kemudian menjadi renggang. Hal itu berawal saat Ananda Ardiansyah ingin meminjam uang kepada Jafar, namun ditolak. Ia pun sakit hati. Persahabatan tak hanya renggang, tapi putus seketika. Putus karena nyawa jafar melayang di tangani Ananda.
Korban, Jafar Budiman Lubis adalah Kepala Sub Dinas Pos dan Telekomunikasi (Kasubdispostel) Dinas Perhubungan Sumatera Utara. Ia meninggal setelah mendapat belasan tikaman. Mayatnya ditemukan masyarakat Kamis (7/2) sekitar pukul 01.30 WIB, persisnya di belakang Universitas Panca Budi Medan, di pinggir sungai kawasan Jl Gatot Subroto. Mobil korban yang dikendarai, Kijang Innova, telepon seluler, dan uang, dibawa kabur pelaku. Mayat korban Di leher korban juga terdapat bekas jeratan tali.
Polisi pun turun tangan melakukan penyelidikan. Mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Pirngadi Medan, untuk diotopsi. Kemungkinan besar, pelaku menghabisi korban di dalam mobil. Setelah korban tewas, pelaku membuangnya ke pinggiran sungai. Empat saksi pun diperiksa.
"Sebelum tewas, suami saya sempat pulang ke rumah seusai mengikuti seminar sekitar pukul 24.00 WIB, namun pergi lagi katanya ada urusan lagi," ujar istri Jafar, Syarifah Hanum Nasution.
Ditangkap
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, polisi mendapatkan tiga nama yang dicurigai terlibat dalam pembantaian tersebut. Dalam tempo dua hari, tiga tersangka yang terlibat dalam kasus ini akhirnya diringkus polisi dari lokasi terpisah yakni Medan dan Tebing Tinggi.
Dua di antara tiga tersangka itu terpaksa ditembak karena dianggap berusaha melarikan diri dan memberikan perlawanan kepada polisi saat akan ditangkap. Kedua tersangka yang ditembak di bagian kaki itu Rizal (25) dan Ananda (25)
Sementara Susanti (23), calon istri Ananda diboyong polisi karena dinilai terkait menyembunyikan Ananda. Polisi juga mengamankan barang bukti mobil Kijang Innova BK 1291 HK, telepon seluler milik korban dan kawat beserta senjata tajam yang digunakan tersangka menghabisi Jafar Budiman Lubis.
Menurut Kapoltabes Medan, Kombes Pol Bambang Sukamto, terungkapnya kasus pembunuhan tersebut berdasarkan keterangan empat saksi yang menyebut bahwa Rizal dan Ananda sering bersama korban.
"Setelah bukti-bukti mencukupi, anggota melakukan pengejaran ke Jl Kemuning di Helvetia Medan, kawasan tempat tinggal Rizal," ujar Kapoltabes Medan. Berdasarkan keterangan Rizal, polisi melacak keberadaan Ananda di kawasan Jl Karya.
Di tempat itu polisi tidak menemukan tersangka. Namun polisi mendapatkan informasi bahwa buronannya berada di Tebing Tinggi.
Tidak mau kehilangan kesempatan, polisi bergegas melacak Ananda. Saat dilakukan penggerebekan di rumah Susanti, Ananda berusaha melawan. Polisi sempat terlibat baku hantam dengan tersangka. Ananda pun akhirnya ditembak. Saat diinterogasi, keduanya mengaku menghabisi Jafar Budiman Lubis, sahabat kedua tersangka.
Menurut Ananda, pembunuhan itu sudah mereka rencanakan. Ia menaruh dendam karena sakit hati terhadap korban. Ananda mencoba meminjam uang kepada korban. Uang itu untuk keperluan biaya pernikahannya dengan Susanti.
Saat mencoba meminjam uang tersebut, Ananda bersama dengan Rizal. Keduanya memang sering bersama dengan Jafar. Ananda dan Rizal kemudian menyusun rencana setelah mendengar ucapan Jafar, menolak memberikan pinjaman uang. "Saya sakit hati, dan dia pun kami habisi" kata Ananda. [SP/Arnold H Sianturi]