SUARA PEMBARUAN DAILY

Ayo Bersepeda

Foto-foto: Daurina LestariKomunitas Bikers

Dahulu, sepeda merupakan alat transportasi massa. Namun seiring dengan perkembangan teknologi otomotif, keberadaan sepeda sebagai alat transportasi semakin tersingkirkan.

Transportasi sepeda tergantikan oleh kendaraan bermotor. Penggunaan sepeda pun lebih sebagai sarana olahraga dan hobi.

Bahkan, penggemar sepeda dan komunitas sepeda khususnya sepeda gunung pun terus menjamur. Menurut Sekretaris Komunitas Sepeda Gunung, Jalur Pipa Gas (JPG) Hendro Poernomo mengatakan, setidaknya ada sekitar 3.000 penggemar sepeda gunung dan ada puluhan komunitas sepeda di Jakarta.

JPG berdiri sejak 1994, semula anggotanya hanya sekitar tiga puluh orang yang kemudian atas seizin para penduduk, JPG berinisiatif membuat jalur sepeda yang bernama jalur pipa gas di Desa Lengkok. Sejak itu jalur JPG semakin terkenal dan banyak pengguna sepeda gunung berdatangan melintasi jalur pipa gas tersebut. Sekarang anggota JPG telah mencapai lebih dari 200 orang.

Pada Minggu (17/2), JPG mengadakan gathering pengguna sepeda (bikers) di jalur pipa gas Mountain Bike Park, Desa Lengkong Gudang Timur, Bumi Serpong Damai. Hari itu berkumpul puluhan komunitas sepeda, khususnya sepeda gunung dan ratusan bikers seluruh Jabodetabek. Mulai dari komunitas sepeda gunung hingga komunitas Bike To Work dan folding bike (sepeda lipat). Meskipun diguyur hujan, para bikers yang berasal dari berbagai kalangan profesi dan usia terus bersepeda melintasi jalur pedesaan Lengkok yang memang khusus dibuat untuk bersepeda.

Bersepeda menjelajahi alam liar dan pegunungan memang memiliki keasyikan tersendiri. Seorang pengguna sepeda gunung yang juga anggota Indonesia Biking Adventure, Hendra Revellino (36) mengatakan, sepeda gunung mampu mencapai lokasi-lokasi spesial dan terpencil yang tidak akan bisa terjangkau oleh transportasi lain seperti motor ataupun mobil.

"Touring bersepeda ke pegunungan mengasyikkan dan seru sambil menikmati alam yang pegunungan. Memancing adrenalin melintasi alam pegunungan dengan kondisi tak terduga. Sehat jasmani dan rohani," kata Tony Setiawan anggota komunitas H4.

Aktivitas melintasi pegunungan dengan menggunakan sepeda, tentu saja membutuhkan keahlian dan sepeda yang khusus. Jangan harap dapat menjelajahi alam pegunungan dengan menggunakan sepeda biasa. Dibutuhkan sepeda khusus bernama mountain bike (MTB) untuk dapat menaklukkan daerah pegunungan.

Berbeda dengan sepeda umumnya, MTB memiliki suspensi pada kedua ban depan dan belakangnya untuk menahan goncangan. Ban MTB pun dipenuhi dengan spoke-spoke agar dapat melintasi tanah yang tidak rata. MTB pun memiliki kelas tersendiri sesuai dengan medan yang akan dilintasi.

Seperti cross-country, didesain untuk melintasi alam yang tidak terlalu ekstrim dengan tanjakan atau turunan yang tidak terjal. Cross-country pun ada dua tipe yaitu sepeda dengan suspensi hanya pada ban depan atau sepeda dengan suspensi pada ban depan dan belakang. Ada kelas all mountain yang didesain untuk medan yang lebih ekstrim dengan lintasan lebih terjal.

Sepeda down hill digunakan untuk medan gunung dengan turunan yang sangat curam. Down hill memiliki frame yang lebih kokoh, lebih berat dan suspensi yang lebih kuat. Sementara kelas free ride adalah sepeda gunung yang dirancang untuk dapat melakukan aksi loncat-loncat. Kemudian, dirt jump yaitu sepeda gunung khusus untuk menikung dengan kecapatan tinggi.

Kelas

Promotor Manager Polygon, Peter Mulyadi mengatakan, setiap kelas memiliki frame dan kecanggihan masing-masing. Modifikasi sepeda gunung dapat dilakukan, namun tetap harus mengacu pada frame masing-masing kelas. Modifikasi yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Seperti modifikasi ban, suspensi dan gear set. Kecanggihan sepeda sangat dibutuhkan untuk mendukung kenyamanan berkendara.

"Penggunaan MTB membutuhkan keahlian khusus karenanya harus didukung dengan kecanggihan teknologi dan kekuatan frame," kata Peter.

Menurut Humas Bike To Work yang juga penggemar cross country, Rivo Pamudji, modifikasi tidak boleh sembarangan. Jika modifikasi MTB tidak sesuai kualifikasi kelas sepeda, dapat membahayakan penggunanya.

"Penggunaan sepeda untuk adventure memiliki spesifikasi tersendiri sesuai dengan medan lintasan pegunungan. Kemudian yang terpenting harus menggunakan pengaman dan helm. Jika ingin menggunakan sepeda di jalan raya tidak membutuhkan suspensi, " kata Rivo.

Melakukan modifikasi tentu saja membutuhkan onderdil dan aksesoris yang beragam. Menurut Rivo aksesoris ataupun onderdil mudah didapatkan di bengkel-bengkel sepeda apalagi dengan adanya komunitas bikers, jual-beli onderdil sepeda semakin mudah. Harga pun diakui Rivo relatif sesuai dengan tipe dan mereknya.

Komunitas Bike To Work adalah komunitas yang menggunakan sepeda sebagai transportasi untuk berkerja atau beraktivitas. Rivo mengaku tiga hari dalam seminggu menggunakan sepeda untuk berangkat ke kantor. "Selain sehat, cepat, menghemat BBM dan mengurangi polusi udara. Ketika macet sepeda adalah transportasi tercepat, Saya biasa menggunakan folding bike atau sepeda lipat sehingga praktis," katanya.

Para anggota Bike To Work umumnya berasal dari komunitas sepeda gunung JPG. Pada 2005 para bikers JPG mulai menggunakan sepedanya sebagai alat transportasi. Sejak saat itu mereka mulai mengkampanyekan penggunaan sepeda untuk bekerja. Ayo bersepeda! [DLS/N-5]


Last modified: 22/2/08