SUARA PEMBARUAN DAILY

Ingin Menjadi Seperti Barbie

foto-foto: abimanyuPara peserta lomba mirip Barbie

Boneka Barbie, siapa yang tidak tahu? Seluruh dunia dipastikan mengenal boneka cantik asal Amerika itu. Kecantikan Barbie membuat boneka yang diciptakan pada tahun 1959 itu menjadi pujaan banyak anak perempuan. Bahkan hampir semua anak perempuan di dunia ingin seperti Barbie. Semua anak perempuan menginginkannya menjadi teman bermainnya dan bermimpi menjadi seperti Barbie.

Itulah yang ada dibenak sekitar 300 peserta putri berusia 6-10 tahun yang berlomba untuk menjadi seperti idolanya, Barbie. Dalam Grand Final Barbie Model Search yang diadakan di mal Pondok Indah 2, Sabtu (16/2), sebanyak 20 finalis berlenggak-lenggok di atas catwalk bak boneka Barbie. Mereka berlomba untuk menjadi 'duta' butik Barbie. Para finalis putri pun tidak hanya cantik namun juga pintar.

Seperti Abigail (9), seorang finalis Barbie Model Search 2008 yang terpesona dengan kecantikan Barbie. Pelajar kelas 4 Sekolah Dasar (SD) St. Vincentius itu mengatakan, ia telah memiliki Barbie sejak taman kanak-kanak (TK). Sejak itu ia jatuh cinta pada boneka buatan perusahaan mainan Mattel itu. Abigail selalu meminta orangtuanya untuk membelikan boneka Barbie. Ia telah memiliki koleksi Barbie hingga mencapai 20 buah.

"Saya ingin seperti Barbie. Barbie cantik, semua yang ada di dirinya positif," kata Abigail yang terpesona dengan karakter tokoh Rosella dan cerita Barbie As The Island Princess.

Rambut Barbie yang panjang dan pirang juga membuat Salsa (10) jatuh cinta pada boneka molek itu. Menurut pelajar kelas 5 SD Pribadi itu Barbie seorang yang pintar, cantik dan trendi. "Saya ingin cantik seperti Barbie dan disukai oleh banyak orang," kata Salsa yang bernama lengkap Salsabila Puspita Wardhani.

Abigail maupun Salsa mengaku tidak tertarik dengan boneka wanita lainnya.. Boneka Barbie miliki keistimewaan tersendiri dibandingkan boneka lainnya. Selain kecantikannya, koleksi boneka Barbie beragam dari berbagai profesi dan kebangsaan. Aksesorisnya pun sangat bervariasi, mulai dari pakaian hingga rumah Barbie.

"Koleksi baju Barbie banyak, aksesorisnya lucu-lucu. Rambutnya panjang jadi bisa dibentuk-bentuk. Saya suka ganti dan mix and match baju Barbie, rambut Barbie suka dikuncir atau dikepang," kata Salsa.

Dia mendapatkan boneka Barbie pertama dari ibunya ketika ia masih TK. Hingga saat ini ia telah memiliki sepuluh koleksi Barbie seperti Barbie Princess and The Pauper, Fairy Topia dan Rapunsel. Salsa pun sangat menyukai cerita-cerita film Barbie. Ketertarikan pada cerita film membuatnya selalu membeli boneka sesuai tokoh Barbie dalam cerita. Salsa pun mengoleksi CD film Barbie yang selalu bercerita tentang tuan putri dengan pangeran itu.

Keasyikan bermain Barbie tidak hanya pada menata rambut ataupun mix and match pakaian. Abigael menceritakan ia suka bermain drama Barbie bersama adiknya.

"Saya juga punya pangeran dan bayinya bernama Barbie Kelly. Saya suka main drama Barbie. Misalnya, Barbie pergi ke pasar bersama pangeran dan anaknya. Kemudian anaknya minta dibeliin baju," kata Abigail.

Peran Orangtua

Saat kontes, Abigael sangat percaya diri ketika berjalan di atas catwalk memperagakan busana dari butik Barbie. Ia dengan cerdas menjawab setiap pertanyaan dewan juri tanpa grogi sedikit pun. Sayangnya Abigail hanya masuk sepuluh besar.

Bagi Abigail idolanya itu cantik dan baik hati. Menurutnya, kecantikan itu berasal dari dalam hati dan penampilan. Hal itulah yang selalu ditanamkan Mamanya kepada diri Abigail.

Simone (37), ibu dari Abigail, memilih Barbie sebagai role model bagi Anaknya karena Barbie dinilainya Barbie telah sangat universal dan mendunia. Siapa yang tidak kenal Barbie, kata Simone. Menurutnya Barbie seorang gadis yang cantik dan cerdas, semua orang mengakui dan memuji kecantikan Barbie. Dalam mendidik anak, Simone selalu menekankan kepada Abigail bahwa kecantikan tidak hanya dilihat dari segi fisik saja tetapi kecantikan berasal dari hati.

"Saya selalu mengatakan kepada anak saya, kamu bisa cantik sama seperti Barbie tetapi saya tekankan bahwa inner beauty paling penting. Penampilan luar dapat dipermak, jika hatinya sudah baik maka kecantikan akan terpancar ke luar," kata Simone.

Simone juga melihat hal positif lain dari boneka Barbie yaitu Barbie mampu meningkatkan kreativitas anak. Ia mengatakan, permainan bongkar pasang baju Barbie dapat mengasah kepekaan dan rasa seni anak.

"Siapa tahu dari permainan mix and match baju Barbie Abigail bisa menjadi designer," katanya.

Sementara, Mama Salsa, Ardana (38) mengatakan, setiap Salsa melihat Barbie di etalase toko, Salsa selalu meminta untuk dibelikan. Harganya yang cukup mahal membuat Ardana tidak bisa memberikan boneka Barbie begitu saja. Ada syarat yang harus dipenuhi oleh Salsa untuk mendapatkan Barbie. Salsa harus mendapat ranking lima besar di kelasnya. "Bagi keluarga kami, pendidikan sangat penting. Barbie bisa dipakai untuk memacu Salsa dalam belajar dan berprestasi," kata Ardana. [DLS/N-5]


Last modified: 22/2/08