SUARA PEMBARUAN DAILY

Ambulans Angker dan Kembalinya Ratu Horor

Foto-foto: Indika Entertainment

Film : Hantu Ambulance

Sutradara: Koya Pagayo

Pemain: Suzzanna, Dimaz Andrean, Fitri Ayu, Clif Sangra, Ratna Galih, dan Wiliam Avin

Skenario: Edy Sofid

Genre : Horor

Produksi: Indika Entertainment

Kali ini giliran mitos dari Kota Kembang yang diadaptasi ke layar lebar. Ratu Horor, Suzanna, kembali bersama mobil ambulans angker.

Ketertarikan Shankar, produser dari Indika Entertainment, membuat film Hantu Ambulance adalah ketika menyaksikan sebuah rumah tua di Jalan Bahureksa, Bandung, yang berubah menjadi seperti tempat wisata. Setiap hari orang-orang dari luar Bandung datang sekadar memuaskan rasa penasaran tentang mitos rumah tua itu. Di pekarangan rumah teronggok mobil ambulans tua yang kabarnya sering berkeliling Kota Bandung tanpa sopir dan penumpang.

Bagi Shankar, mitos tentang rumah dan ambulansnya memiliki daya tarik yang besar di masyarakat dan layak diangkat ke layar lebar. Rumor yang sekadar isapan jempol itu menjadi sebuah daya tarik tersendiri.

"Hal ini membuktikan bahwa mitos itu tetap memiliki tempat di masyarakat kita. Sebenarnya masih banyak tempat angker lain di Jakarta yang belum saya angkat ke layar lebar. Tetapi mitos dari Bandung ini menarik sekali," ujar Shankar saat peluncuran film itu di Jakarta baru-baru ini.

Melihat sebuah kesempatan bisnis ini Shankar pun mendaulat sutradara Koya Pagayo dan penulis Edy Sofid untuk membuat mitos versi layar lebarnya. Sejumlah pemain baru pun dipercaya bermain dalam film ini. Hanya duet Suzanna dan Clif Sangra, pemain senior yang meramaikan film ini. Kehadiran Suzanna pun diharapkan menjadi daya pikat Hantu Ambulance bagi pencinta genre horor lokal.

Mitos hantu ambulans yang beredar di Kota Bandung dikemas dengan nuansa drama dan komedi, meskipun porsi horornya tetap jadi yang terdepan. Shankar mengaku mengambil rumor yang paling dikenal oleh masyarakat di sekitar rumah itu.

Rumornya adalah ambulans yang teronggok di rumah itu tidak pernah mau kembali ke rumah sakit setelah sebuah peristiwa yang menewaskan seluruh anggota keluarga di rumah tua itu. Awalnya ketika salah satu anggota rumah itu mengalami kecelakaan dan dibawa menggunakan ambulans itu. Seluruh anggota keluarga ikut mengantarkan dalam ambulans itu. Naasnya, dalam perjalanan ambulans itu mengalami kecelakaan hingga menewaskan seluruh penumpang termasuk sopirnya.

Setelah peristiwa itu, ambulans naas itu datang ke rumah tanpa ketahui siapa sopirnya. Oleh kerabat korban ambulans dikembalikan ke rumah sakit. Namun hari-hari berikutnya kejadian itu berulang kembali hingga diputuskan ambulans itu tetap berada di pekarangan rumah.

Mitos ini diadaptasi oleh penulis Edy Sofid dengan pendekatan drama dan komedi, sehingga cerita dalam Hantu Ambulance pun tidak mengangkat rumor seutuhnya. Dikisahkan, Rano (Dimaz Andrean) berserta tiga sahabatnya Dicky (Wiliam Alvin), Ocha (Ratna Galoh) dan Poppy (Fitri Ayu) adalah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di Bandung. Mereka berencana membeli sebuah rumah untuk ditempati bersama. Dalam pencarian rumah itu, mereka mendapatkan sebuah rumah tua yang dijual murah di Jalan Bahureksa. Mereka pun sepakat membeli rumah itu. Namun setelah ditempati, ternyata rumah itu menyimpan sejumlah misteri. Termasuk misteri keluarga Rano.

Hantu Seksi

Kemasan cerita Hantu Ambulance terasa tidak jauh berbeda dengan kemasan horor lokal lainnya. Gambar hantu yang seram, serta pemunculannya yang mengejutkan tetap menjadi menu utama. Tetapi dalam film ini, teror suara yang menggelegar mulai dikurangi.

Yang menjadi ketertarikan tersendiri adalah pemunculan Suzanna, aktris senior yang dijuluki Ratu Horor. Sejak lama Suzanna memang dikenal sebagai pemeran utama film-film horor. Bahkan kemudian Suzanna menjadi ikon hantu cantik dalam film horor lokal.

Di usianya yang tahun ini memasuki angka 66, Suzanna tidak lagi memerankan hantu cantik. Dalam Hantu Ambulance, Suzanna menjadi Eyang dari Rano. Meskipun sebagai peran pendukung, tetapi karakter yang dimainkan oleh Suzanna termasuk karakter penting.

Meski pun sudah kepala enam, "eksotisme horor" Suzanna masih belum hilang. Di Hantu Ambulance, Suzanna kerap menggunakan kostum seperti film-film lawasnya. Berpakaian kebaya lengkap dengan untaian melati di sanggulnya.

Sementara itu, porsi hantu seksi dalam Hantu Ambulance diberikan kepada Julia Perez. Perez tampil sebagai hantu yang sangat menggoda, hingga dua lelaki yang tinggal di rumah tua itu penasaran.

"Kebutuhan penonton adalah yang ringan dan menghibur. Hal ini coba kami angkat dengan lengkap. Ada horor, ada komedi, ada juga yang seksi-seksi," ujar Shankar.

Dimaz Andrean, Fitri Ayu, Ratna Galih, dan Wiliam Avin adalah pendatang baru di layar lebar. Sebelumnya mereka banyak bermain di sinetron. Namun di antara keempatnya, penampilan William Alvin dalam film ini cukup mencuri perhatian. Kemampuan akting William pada beberapa adegan terasa menyegarkan.

Keseluruhan, Hantu Ambulance tidak memberikan sesuatu yang baru untuk genre horor. Selain kehadiran Suzanna yang mungkin dapat membangkitkan kenangan manis genre horor. [K-11]


Last modified: 22/2/08