
aun penganti warna putih dengan ekor panjang menjuntai dan desain rumit itu sudah biasa. Bagi mereka yang ingin tampil beda di pernikahan, tahun ini desain gaun pengantin tampil dengan tren simpel. Warna putih pun tidak lagi mendominasi. Inovasi ini seiring perkembangan fesyen yang tiada henti. Tentu, karena ini untuk dikenakan "ratu sehari" maka kesan glamor dan elegan tetap diutamakan.
Tren itu juga yang ditampilkan dalam Grand Wedding Expo 2008 yang berlangsung pada 15 - 17 Februari 2008 di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta. Pada pembukaan pameran tersebut tampil koleksi busana dari rumah mode Yohannes Bridal dan Elvira Brides. Masing-masing dengan tema yang berbeda.
Yohannes Bridal kali ini menampilkan 22 gaun rancangan bertema Definitely Glam. Sesuai dengan judulnya, kesan kemewahan langsung terlihat dari materi gaun yang didominasi oleh bahan duches, frenchlaces, dan tulle yang dipadukan dengan pemasangan beads dan juga aplikasi kristal Swarovsky. Pada gaun terlihat detail bordiran dan motif lukisan bunga dan daun dengan taburan kristal Swarovsky dan payet, terutama di bagian lekuk tubuh sehingga memberi kesan seksi, sekaligus mewah.
"Kami memang ingin sekali menonjolkan sisi glamoritas si calon pengantin pada saat resepsi pernikahan. Lukisan tersebut langsung kami aplikasikan ke material bahan dan kemudian ditutupi dengan kristal Swarovski dan payet agar kesannya lebih hidup," kata Tommy P Panca Murti, desainer dari rumah mode Yohannes Bridal, Jumat (15/2). Tommy menambahkan kesan mewah juga diberikan lewat aksesoris berupa mahkota, kalung, anting yang terbuat dari kristal yang mahal itu.
Selain gaun ala internasional, rumah mode ini juga menampilkan rancangan kebaya. Tentu bukan kebaya tradisional, tetapi sudah dimodifikasi dengan aplikasi berupa gelombang lipit serta rok, lengan balon serta ekor blus yang menjutai panjang. Rok kebaya-kebaya berbahan sutera tampil dengan berwarna terang seperti emas dan merah serta bersiluet ramping. Kembali aksen bordir khas Indonesia memenuhi rancangan ini.
Meski demikian, garis rancangan dari Yohannes Bridal terlihat didominasi oleh siluet bustier yang dipadu dengan rok A-line dan aksen bolero yang cantik. Menurut Tommy gaya tersebut bakal menjadi tren tahun 2008. "Kami mengurangi siluet ballgown, mengingat banyak calon pengantin yang lebih memilih gaun-gaun pengantin dengan model simpel," tambahnya.
Garis rancangan yang senada juga terlihat pada tampilan rancangan rumah mode Elvira Brides yang bertema Tales of Lace. Mereka menghadirkan gaun berbahan lace, dengan potongan sederhana. "Saya melihat tren pernikahan out door akan booming tahun ini. Ada banyak calon pengantin yang memilih untuk tampil beda, simpel, dan ringan sekaligus tetap mewah sehingga gaun-gaun panjang dan besar kini berganti dengan gaun-gaun kemben yang pas di badan dan memanjang," ungkap Elvira perancang rumah mode tersebut.
Gaun pengantin model ini memberikan kesan ramping dan tinggi bagi si pemakainya. Bahkan Elvira berani menampilkan gaun dengan rok mini yang seksi. Rancangan itu menurutnya menjadi alternatif pilihan untuk pesta di luar ruangan. "Selain leluasa, pengantin bisa menyalami dengan mendatangi tamu-tamunya," jelas Elvira. Untuk mempertahankan kesan glamor, lulusan Esmod itu memberikan detail berupa bordir bunga dan kristal Swarovsky ke dalam rancangannya.
Kedua rumah mode ini juga tidak melulu menampilkan gaun berwarna putih. Yohannes menampilan warna broken white, off white dan light ivory atau gading terang. Sedangkan Elvira menghadirkan warna sampanye dan dusting gold pada rancangannya. Pilihan warna itu, selain memberi penampilan yang berbeda juga memberi kesan ramping dan klasik.
Selain pagelaran busana, Grand Wedding Expo ke sembilan ini juga diikuti sekitar 160 vendor pernikahan. Tak hanya rumah mode, perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kartu undangan, souvenir, fotografi, hingga paket bulan madu hadir di sana. Jumlah vendor itu naik sekitar 30 persen dibandingkan jumlah peserta pada Juni tahun lalu. "Nilai transaksi yang tercatat pada pameran Juni mencapai sekitar Rp11 miliar. Target transaksi pada pameran Wedding yang ke-9 meningkat sekitar 20 persen hingga 30 persen dibandingkan dengan pameran pada Juni lalu," kata Senior Exhibition Manager PT Panorama Convex Indah Niekke W Budiman. [W-10]