hujan jakarta tak bisa disukuri
padahal air itu istri tanah
hujan di jakarta jadi mala
lantaran penghuni serakah
membendung resap
jadi beton beton atap
danau jadi kolam berdinding batu batu
sungai jadi tampungan sampah
hingga banjir meruah
tanpa berkah
hujan ujung tahun jakarta
berakhir membenam pikun
peduli
buta mata hati
tiap hari
tiap kali mata air jadi air mata
siklus upacara wacana
tiap kali membahana
hampa tindakan
miskin perubahan
hujan jakarta
telah jadi drama tontonan berita
tiap kali di peta
tiap saat di pentas
tanpa tuntas
memberesi
dalam basi janji
sampai mati
tiada arti.
2007
*
melarut-larutkan luka
dalam cuka kata
sama sia-sia
mentaut-tautkan
patah-patah benang
layang-layang nusantara
yang hanya gempita
di saat lomba
namun susah menjadi fakta.
nyaring lolong pidato panjang
di angkasa bandara curiga
tetap pura pura diangguki kepada
semu ditepuki sorak tanpa nada
di mana kalian simpan nusa
bahasa ikhrar bersama Bung Hatta?
di mana kepribadian tegak menengadah
tidak berubah
tangan menadah bersama Bung Karno?
larut luka dalam cuka,
taut benang putus layang
rajut urai tenun termakan rayap
sunyi tanpa gegap
senyap dalam gagap
nusantara berazab
tertarik menoreh adab.
2007
*
Saat matamu bergetar
Membaca esai mahasiswa
Bergulat untuk berani beda
Di tengah seragam dusta,
Sayup denting hati mulai
berbisik
untuk tulus menjadi saksi
saat kata hatimu
berdialog dengan niat mereka
makna mendidik
teranyam nyata.
sudah
berapa helai makalah
menggunung sampah
tanpa langkah
berbaikan salah?
telah
berapa tetes darah
sia
di gurun tanah
penuh sumpah
kemarau berkah?