umat (22/2), sekitar pukul 08.30 WIB, sebuah bus Transjakarta atau sering disebut busway terbakar di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat. Bus biru muda itu melayani rute Harmoni-Pulogadung dan berbahan bakar gas (BBG).
Hingga Sabtu (23/2) ini, penyebab kebakaran bus bernomor polisi B 7475 ZX belum diketahui. Ada dugaan, bus terbakar karena adanya hubungan pendek (korsleting) di sistem pendingin bus (AC) tersebut. Dugaan lain, terjadi kebocoran gas.
Tetapi yang pasti, bus itu memang sering rusak. Hal itu diakui Manajer Operasional Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Rene Nunumete di Jakarta, Jumat (22/2).
"Bus itu baru hari ini digunakan lagi setelah dua bulan dikandangkan untuk diperbaiki. Tidak tahu kenapa, dari awal bus itu sering mengalami gangguan mesin," katanya. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak operator, Trans Batavia mengenai hal itu.
Namun pernyataan berbeda disampaikan pengemudi bus, Saibun Silaban (38). Saibun yang baru sebulan menjadi sopir busway mengemukakan, mobil itu layak digunakan. "Saya tidak mau mengendarai bus kalau memang rusak. Mobil itu memang bagus. Bos saya juga mengatakan demikian," kata Saibun yang baru hari Jumat kemarin mengendarai bus itu.
Saibun hanya seorang sopir. Tetapi ia menyatakan pernyataannya berasal dari atasannya. Pertanyaannya, mengapa ada dua pernyataan berbeda? Mengapa Rene mengatakan bus itu sering rusak, sementara atasan Saibun menegaskan tidak ada masalah? Bagaimana koordinasi dua pengelola busway itu?
Lebih jauh, bagaimana sistem pengawasan dan perawatan terhadap mobil kebanggaan orang Jakarta itu? Betulkah terjadi perawatan? Kalau ya, sejauh mana? Mengapa mobil yang belum berusia lima tahun itu sudah bisa terbakar?
Hal kedua yang harus dilihat dari kejadian kemarin adalah soal kualitas busway. Pengoperasian busway belum sampai lima tahun, tetapi mengapa ada kebakaran? Apakah masuk akal mobil yang belum berumur lima tahun sudah terbakar? Lucunya, belum ada hasil penyelidikan, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo langsung membantah peristiwa kebakaran terjadi karena kebocoran gas.
"Investigasi sementara yang dilakukan polisi adalah ada gejala arus pendek di dash board. Jadi bukan kebocoran gas dan tidak terkait sistem bahan bakarnya," papar Fauzi.
Pernyataan Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, menunjukkan kebakaran karena ada kerusakan mobil. Sekali lagi, bisakah mobil yang belum lima tahun sudah rusak seperti itu. Tentu jawabannya adalah bisa. Tetapi berarti kualitas busway memang rendah.
Disembunyikan
Masalah ketiga, adanya informasi yang disembunyikan dari operator busway. Saat SP mendatangi pool bus itu di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur, para petugas tidak mengijinkan meliput. Mereka menolak berkomentar mengenai kejadian itu.
Dengan kenyataan ini menunjukkan ada ketidakberesan dengan kejadian kemarin. Lagi pula ada informasi, bus yang terbakar itu sudah dipindahkan ke Bogor. Tujuannya untuk menghindari pemeriksaan polisi lebih lanjut.
Itulah persoalan dari peristiwa kebakaran kemarin. Kita berharap polisi bisa menyelidiki sehingga dapat mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi, apakah sistem manajemen yang tidak beres, kualitas busway yang rendah atau operator yang nakal. [Robertus Wardi]