[SITUBONDO] Tidak kurang dari 10.000 hektare (ha) lahan persawahan teknis di lima kecamatan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim) yang selama ini tergantung pada pasokan air dari Sungai Sampean di Dam Siluis di Jalan Merak, Kota Situbondo, pascabanjir bandang kini terancam kekurangan air. Bangunan dam masih tersumbat endapan lumpur dan aneka material sampah, sehingga belum berfungsi.
"Para petani menjadi gelisah karena tanaman padi mereka yang kini sudah mendekati masa berbunga menjadi layu. Ada yang menyelamatkan tanamannya dengan memakai pompa, namun itu tidak mungkin dilakukan terus karena biaya pembelian bahan bakar sangat mencekik," ujar Sentot Sugiyono, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Situbondo, Kamis (21/2) malam.
Ribuan ha lahan persawahan di lima wilayah kecamatan yang sudah dua pekan pascabanjir ini mengalami krisis air, meliputi Kecamatan Kota, Panji, Mangaran, Panarukan, dan Kendit.
"Dalam tiga hari terakhir saya terus-menerus dihubungi sejumlah kepala desa dan camat di kawasan itu yang meminta agar Pemkab memprioritaskan normalisasi aliran air irigasi teknis dari Dam Siluis," katanya.
Eko Prayudi, Kabid Pengairan Dinas Bina Marga, Situbondo membantah jika Dam Siluis belum disentuh perbaikan. [070]