SUARA PEMBARUAN DAILY

Puluhan Jaring Terendam Pasir

[KEBUMEN] Puluhan jaring ikan rusak dan terendam pasir serta lumpur yang dibawa ombak besar. Sedikitnya 72 perahu penangkap ikan milik nelayan pantai Pasir dan Argopeni, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, rusak akibat ombak besar yang menghantam perahu-perahu yang ditambatkan di pantai sehingga saling berbenturan, sejak Kamis (21/2) malam.

Sampai Jumat (22/2) pagi, perahu tersebut masih dibiarkan rusak dan sedikitnya 850 nelayan di kompleks Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir tak berani melaut, karena ombak di pantai masih terlihat tinggi sampai enam meter. Sedikitnya 350 perahu dibiarkan berantakan di pantai. Diperkirakan, jumlah kapal yang rusak akan terus bertambah.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen, Sadimin, membenarkan kejadian tersebut. Pada Jumat pagi ini, ratusan nelayan dikerahkan untuk membersihkan lumpur yang masuk ke kawasan TPI Pasir dan Argopeni.

"Nelayan Kebumen saat ini benar-benar terpuruk. Selain tak bisa melaut karena ombak besar, kini ditambah lagi penderitaannya dengan pecahnya perahu-perahu mereka," katanya.

Pada tahun sebelumnya, ratusan kapal nelayan Kebumen juga hancur akibat dihantam badai tsunami.

Bupati Kebumen Rustriningsih sangat prihatin dengan bencana yang merusak perahu-perahu milik nelayan tadi. Derita nelayan Kebumen memang tiada akhir. Setelah dihantam tsunami beberapa waktu lalu, kini dihantam ombak besar. Selain itu tempat tinggal nelayan juga merupakan daerah rawan longsor dan banjir.

"Hidup mereka memang penuh penderitaan. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemkab sudah berupaya membantu para nelayan melalui berbagai program. Bencana alam terus beruntun," katanya.

Dengan terjadinya ombak besar dan rusaknya kapal-kapal nelayan tadi, ikan di Kebumen semakin langka. Harganya jadi melambung. Ada juga ikan laut dari luar daerah yang masuk ke Kebumen dengan harga yang tinggi pula. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Cilacap, kelangkaan ikan terjadi sejak dua pekan terakhir karena banyak nelayan yang tidak melaut. [WMO/M-11]


Last modified: 22/2/08