[BENGKULU] Abrasi Pantai Merpas di Kecamatan Merpas, Kabupaten Kaur, Bengkulu, mengancam permukiman dan jalan lintas barat (Jalinbar) Bengkulu. Bibir pantai sudah mendekati permukiman penduduk dan jalinbar Bengkulu, sehingga jika air laut pasang menggenangi perkampungan penduduk dan jalinbar Bengkulu.
Kepala Desa Merpas, Darul kepada SP, di Bengkulu, Kamis (21/2) mengatakan, akibat abrasi tersebut bibir pantai Merpas hanya berjarak dua meter dari perkambungan penduduk, sehingga jika pasang, pekarangan warga tergenang.
Demikian pula badan jalinbar Bengkulu yang ada di sekitar pantai Merpas ketika pasang digenangi air laut, sehingga aspal terkelupas dan menyebabkan badan jalan berlubang. Hal ini sangat mengganggu arus lalu lintas kendaraan di daerah tersebut.
Darul mengatakan, jika abrasi pantai Merpas tidak segera diatasi, perkampungan penduduk dan jalinbar akan tenggelam saat air laut pasang. Pasalnya, abrasi dari hari ke hari terus melebar.
Sementara itu, abrasi pantai terus berlangsung dan semakin mendekati perkampungan warga dan jalinbar Bengkulu. Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab Kaur dan DPU Bengkulu segera membangun tanggul pengamanan pantai di Merpas, sehingga abrasi pantai dapat dihentikan. Perkampungan penduduk di sekitar pantai Merpas tidak tenggelam. Demikian juga kerusakan jalinbar Bengkulu dapat dicegah, katanya.
Kepala Subag Hubungan Masyarakat Pemkab Kaur, Hanibal Saleh mengatakan, abrasi pantai Merpas sudah disampaikan ke DPU Provinsi Bengkulu. [143]