[SURABAYA] Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), akan mendistribusikan 323.000 ton beras untuk 3,2 juta keluarga miskin, mulai Februari-Oktober 2008. Setiap keluarga memperoleh 10 kilogram (kg) beras bersubsidi dengan harga Rp 1.000 per kg. Sedangkan November-Desember tidak ada pendistribusian raskin, tetapi pemerintah akan membantu dengan beras cadangan.
Gubernur Jatim Imam Utomo Suparno, ketika membuka Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi Raskin 2008 di Kantor Gubernur Jatim, di Surabaya, Kamis (21/2) mengatakan, tujuan pendistribusian raskin guna mengurangi beban pengeluaran dan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga miskin.
Pemerintah sudah berusaha menyediakan pangan yang cukup, tetapi daya beli masyarakat rendah, sehingga masih ada beberapa penduduk kelaparan. Dicontohkan, 20 Februari lalu di media massa disebutkan, ada seorang anak kelas 5 SD di Lembeyan, Kabupaten Magetan, gantung diri karena tidak kuat menahan lapar. Pada waktu mendatang hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi.
Provinsi Jatim merupakan lumbung pangan nasional dengan produksi berasnya melimpah. Tahun ini, Jatim diperkirakan mengalami surplus beras sekitar 3,1 juta ton. Hasil panen gabah kering giling (GKG) 2008 ditargetkan 10,026 juta ton setara beras 6,517 juta ton. Dari jumlah tersebut, 3,423 juta ton digunakan untuk kebutuhan pangan masyarakat daerah ini. [080]