SUARA PEMBARUAN DAILY

Riau Diselimuti Kabut Asap

[PEKANBARU] Kabut asap masih menyelimuti beberapa wilayah di Provinsi Riau akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dari 11 kabupaten dan kota yang ada di Riau hanya Kota Pekanbaru yang belum terselimuti kabut asap.

Namun, Jumat (22/2) pagi pukul 09.00 WIB, kabut asap mulai memenuhi udara Kota Pekanbaru, walaupun belum mengganggu jadwal penerbangan. Dari Pekanbaru ke Jakarta setiap harinya ada 17 penerbangan yang melayani rute tersebut.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pekanbaru, B Doloksaribu kepada SP Jumat pagi mengatakan, di Provinsi Riau saat ini terdapat 87 titik api, yang terbesar berada di Kabupaten Bengkalis dan Indragiri Hilir.

Dia mengatakan dengan adanya helikopter yang melakukan pemadaman kebakaran diharapkan kabut asap dapat menurun.

Pejabat Kepala Dinas Perkebunan Riau, R Marjohan mengatakan, kurang masuk akal adanya isu yang dikeluarkan seolah-olah kebakaran lahan dan hutan merupakan kesengajaan pihak-pihak tertentu.

"Tidak masuk akal jika lahan perkebunan sengaja dibakar. Karena di Provinsi Riau saat ini dari 11 kota dan kabupaten hanya 1 satu Kota Pekanbaru yang tidak begitu terkena dampak kabut asap," ujarnya.

Dia mengharapkan sebaiknya semua pihak berpikir positif agar jangan mengeluarkan pernyataan yang kurang masuk akal.

Penerbangan

Kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Sumatera Barat sampai Jumat pagi belum membahayakan dan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara In- ternasional Minangkabau (BIM) Tabing. Jarak pandang masih cukup aman, yakni lima kilometer.

Sementara itu, suasana penyeberangan kapal dari Padang ke Kabupaten Ke- pulauan Mentawai belum mengalami gangguan akibat kabut asap.

Kepala Dinas Pelayanan Operasional Lalu Lintas Udara, Alzog P Budhi mengatakan, cuaca memang agak berkabut, namun jarak pandang di landasan pacu cukup baik dan sedikit cerah. Dengan demikian, kabut asap yang ada di Sumbar dan Kota Padang khususnya belum mengganggu aktivitas penerbangan dan pendaratan pesawat.

"Cukup aman, dan tidak berbahaya bagi penerbangan karena tidak mengganggu jarak pandang penerbang pesawat. Buktinya, sekarang jarak pandang di BIM masih dikisaran lima kilometer," katanya kepada SP, Jumat pagi di Padang.

Namun demikian, menurut Azlog, kalau titik api yang ada di Sumbar dan daerah lain tidak segera dipadamkan tak menutup kemungkinan akan membuat kabut asap bertambah tebal.

"Saya dengar di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) juga ada kabut asap. Kalau tidak segera dihentikan, bukan tidak mungkin kabut asap tersebut akan tambah pekat," katanya.

Dari Kabupaten Pessel diperoleh informasi sejak beberapa hari belakangan juga mulai diselimuti kabut asap, akibat kebakaran hutan setempat. Pemerintah Kabupaten Pessel telah menurunkan timnya untuk mengecek kebenaran adanya dua titik api di Pessel sebagai penyebab kabut asap.

Kepala Bagian Lingkungan Hidup Pessel, Benny Riswan membenarkan kabut asap menyelimuti Pessel sejak beberapa hari belakangan. Terkait dua titik api yang menyebabkan kabut asap itu, sampai kemarin belum diketahui lokasi persisnya. [MUL/BO/W-8]


Last modified: 22/2/08