[JAKARTA] Penyelenggaraan pendidikan kesetaraan atau nonformal, ikut menyukseskan program wajib belajar (Wajar). Pendidikan kesetaraan telah memperluas akses 1,85 juta peserta ikut dalam program Wajar selama 2007.
Dengan demikian peran pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan dalam bentuk bentuk pembelajaran paket A setara Sekolah Dasar menyumbang 0,4 persen Angka Partisipasi Kasar (APK) dan untuk program paket B atau setara sekolah menengah pertama (SMP) menyumbang 4,6 persen sedangkan untuk paket C (setara sekolah menengah atas/SMA) menyumbang 3,8 persen pencapaian APK.
Demikian Dirjen Pendidikan Formal dan Informal Depdiknas, Ace Suryadi di Jakarta, Rabu (20/2). Menurutnya, pendidikan kesetaraan memang berada dalam posisi "pinggiran", faktanya sebagian besar peserta didik di sini adalah anak-anak miskin, berhenti sekolah di tengah jalan, atau orang dewasa yang belum pernah menamatkan pendidikan dasar dan me- nengah.
"Dalam menggapai layanan pendidikan kepada peserta didik yang tidak terjangkau pendidikan formal, program Paket A tahun 2007 lalu telah mendidik 284.601 orang, program Paket B mendidik 1.490.315 orang dan program Paket C mendidik 75.701 orang. Tahun ini, kami akan berusaha meningkatkan akses pendidikan Paket A dan B untuk menuntaskan Wajar Pendidikan Dasar 9 tahun dengan jangkauan pelayanan 25 persen angka putus sekolah SD kelas 4 dan 5 dan 50 persen siswa lulus SD yang tidak melanjutkan ke jalur SMP," ujar Ace.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Kesetaraan, Ella Yulaelawati menjelaskan pada tahun 2008 pihaknya akan fokus dalam melayani masyarakat kurang mampu yang tidak tersentuh layanan pendidikan formal di 149 kabupaten kota. Dijelaskan, proses pembelajaran Pendidikan Kesetaraan menggunakan pendekatan induktif, tematik, partisipatif (andragogis), konstruktif dan lingkungan. [E-5]