SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemda Diminta Talangi Dana Askeskin

[JAKARTA] Program Askeskin masih membutuhkan penyempurnaan, karena ada yang perlu disinergikan, disinkronkan, karena program kemanusiaan diperlukan untuk menolong kaum papa. Kalaupun saat ini masih ada tunggakan dana Askeskin, rumah sakit-rumah sakit harus tetap memberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, kalau perlu pemerintah daerah (pemda) memberi talangan dulu.

''Itu pasti akan dibayar setelah audit. Sementara ini Pemda diminta untuk menalangi dulu," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/2). Rapat Koordinasi Kesra tingkat menteri digelar Kamis termasuk membahas masalah Askeskin setelah sehari sebelumnya Rabu (20/2) digelar rapat kabinet terbatas bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Siti Fadilah menjelaskan, Pemerintah baru bisa membayar tunggakan utang pelayanan Askeskin tahun 2007 yang menurut PT Askes sebanyak Rp 1,1 triliun setelah mendapatkan kepastian bahwa tidak ada kesalahan manajemen dan perencanaan dalam pengelolaan dana penyelenggaraan Askeskin. "Sesuai dengan amanat Presiden ada hal-hal yang perlu kita perbaiki. Kita sekarang tengah bekerja keras melakukan penyempurnaan agar di masa depan dapat lebih baik lagi. Dan kita akan terus mendorong pemerintah daerah bekerja optimal," ujar Menkes.

Kepala Negara kepada wartawan seusai Rapat Kabinet di Departemen Kesehatan Rabu mengakui, masih adanya keterbatasan sosialisasi dalam program Askeskin. Selain itu, masih ada kemungkinan program Askeskin salah sasaran karena diberikan kepada yang tidak berhak.

"Untuk itu, peran Pemda menjadi sangat penting, mulai dari camat, gubernur, dan sebagainya, untuk evaluasi, pengumpulan data dan penertiban. Ke depan, saya minta koordinasi yang baik antara Depkes, pihak asuransi, dan Pemda," tutur Presiden Yudhoyono.

Antisipasi

Untuk mengantisipasi tingginya permintaan warga miskin, Pemkot Semarang, Jawa Tengah, menurutnya Kepala Sub Bidang Kesejahteraan Sosial Bappeda Kota Semarang, Hayuningsih, Kamis (21/2), hingga kini masih menyimpan 10.000 sisa kartu Askeskin. Sebab, tahun lalu akibat permintaan meningkat, Pemkot kehabisan kartu.

Penyimpanan kartu tersebut dimaksudkan agar distribusi kartu benar-benar mereka yang berhak, yakni keluarga miskin.

Sementara itu, Ketua Tim Askeskin RSUP Dokter Kariadi Semarang, dr Agus Suryanto mengatakan, tingkat penggunaan kartu miskin oleh pasien terbilang tinggi. Rumah sakit plat merah itu pun tetap melayani pasien dengan kartu miskin, meski saat ini masih ada kendala pencairan klaim pasien miskin ke pemerintah. [142/E-5]


Last modified: 21/2/08