SUARA PEMBARUAN DAILY

JAKARTA JELANG PAGI

Warung Remang di Samping Polsek

Malam itu, udara di sekitar Bogor terasa lebih dingin, tak seperti biasanya. Semua orang menggigil. Tetapi tidak untuk dua wanita ABG (anak baru gede). Walau hanya mengenakan pakaian you can see, dengan rok sepaha, mereka santai berdiri di keremangan lampu di tepi Jalan Raya Kemang-Parung, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu.

Sesekali tangan keduanya diangkat, memberi sinyal kepada pengendara mobil untuk berhenti. Ada yang merespons, tetapi lebih banyak yang berlalu tanpa peduli. Sebuah mobil sedan warna hitam berhenti, tidak persis di depan mereka, tapi jauh sekitar 100 meter. Kaca jendela hitam dibuka perlahan. Dua lelaki di dalam mobil pun berbasa-basi dengan kedua ABG dan kemudian meluncur. Di sebuah jalan kecil berbecek, mobil sedang berbelok arah. Kedua ABG mengiring mobil itu ke sebuah rumah yang sekaligus dijadikan warung remang-remang di Desa Kemang, Parung. Lokasinya tidak jauh dari Jalan Raya Kemang-Parung atau sekitar 500 meter dari pos polisi.

Di depan rumah, seorang wanita muda mengaku bernama Susi menyapa tamunya dengan ramah. Usianya sekitar 19 tahun, terlihat sangat seksi dan sintal. Kedua tamu diantar menuju ruang yang bising dengan suara musik. Letak rumah semi permanen itu seperti sendirian di kawasan itu, jauh dari tetangga sekitarnya. Sambil menghisap kretek putih, wanita lainnya bernama Nina menawarkan bir, rokok dan berbagai makanan ringan lainnya. Senyum manis wanita berusia 18 tahun itu memikat hati kedua lelaki hidung belang, yang langsung mengiyakan tawarannya. Tanpa harus menunggu lama, sang putri menyiapkan minuman bir dan aneka makanan di rumah yang merangkap sebagai warung remang-remang itu.

Suasana tampak romantis. Di tengah keremangan bolham lima watt dalam ruangan tamu berukuran 5 x 4 meter itu, dua pasangan anak manusia asyik bercerita. Tak jelas apa yang mereka bicarakan. Yang pasti cekikikan tawa dengan nada mendesak terasa menggoda pengunjung yang datang. Jam dinding menunjukkan pukul 01.30 WIB. Seorang lelaki mengajak kedua wanita muda itu kencan. Tawaran itu tidak ditolaknya. "Tapi bayar dulu minumannya, Mas," rayu wanita itu sambil menyodorkan bon dengan harga yang membuat sang tamu terperanjat kaget.

Untuk minuman empat botol bir dan makanan ringan serta dua bungkus rokok, sang tamu harus membayar Rp 650 ribu, di luar tarif kencan. Wajah kedua lelaki itu berubah tegang. Keributan pun terjadi. Seorang wanita ke luar rumah, memanggil beberapa lelaki berbadan tegap dan bertato. Dengan nada mengancam, sejumlah lelaki berambut cepak dan berbadan tegap itu meminta agar tamunya membayar sesuai bon yang tertera.

Melihat lawan tak seimbang, apalagi beberapa lelaki membawa senjata tajam, sang tamu terpaksa membayar Rp 400.000. "Dua ratus lima puluh ribunya mana?" tanya seorang pria. "Enggak ada duit lagi Mas," kata seorang tamu. Karena terus diancam, jam tangan dan cincin emas yang dikenakan pun raib. [126]


Last modified: 22/2/08