SUARA PEMBARUAN DAILY

Tiga Bulan Dibangun, Gedung SD Nyaris Ambruk

[TANGERANG] Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cempaka 3 di Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, dan SDN Rawa Boni 3 di Desa Rawa Boni, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, nyaris ambruk. Atap ruang kelas di dua sekolah itu bergelantungan karena kayu penyangga lapuk. Kondisi ini sangat membahayakan siswa yang tengah belajar.

Kerusakan yang terjadi di SDN Cempaka 3, Desa Cempaka, Tangerang, sangat ironis, karena gedung sekolah itu baru selesai dibangun tiga bulan lalu dengan dana APBD sebesar Rp 900 juta. Diduga kontraktor pelaksana telah menggunakan bahan bangunan berkualitas buruk. Rusaknya sekolah ini menimbulkan keprihatinan orangtua siswa.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, R Dahyar Tunggara yang melakukan peninjauan ke lokasi mengaku sangat menyesalkan kontraktor yang seenaknya membangun sekolah tersebut. "Sekolah dibangun asal-asalan dan bisa membahayakan siswa," kata Dahyar kepada wartawan Senin (22/1).

SDN Cempaka 3 memiliki tujuh ruang kelas. Satu ruang kelas paling parah. Atapnya hampir jatuh karena kayu penyangganya sudah lapuk. Sedangkan, atap enam ruang kelas lainnya masih mendingan, hanya lantainya sudah bergelombang.

Ketua Komite Sekolah SDN Cempaka 3, Mahadi, mengatakan, sekolah ini dibangun dengan biaya sebesar Rp 900 juta yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang 2007.

Dia sangat kecewa karena bangunan sekolah yang baru selesai dibangun November 2007 lalu, kini sudah rusak. "Sekolah ini tergolong sekolah baru, tapi sudah rusak disana-sini" kata Mahadi. Dia menduga pembangunan gedung sekolah menggunakan bahan yang tidak berkualitas karena kayu penyangga atap sudah lapuk dalam jangka waktu tiga bulan.

Resah

Mahadi mengakui, Komite Sekolah sudah menerima keluhan dari orang tua siswa yang khawatir anaknya tertimpa bangunan. "Orang tua siswa sudah mulai resah," kata Mahadi. Menghadapi hal itu, pihak Komite Sekolah berupaya memperbaiki bangunan sekolah dengan biaya swadaya dari orang tua siswa. Di sekolah ini tercatat terdapat 250 orang siswa.

Menurut Dahyar, selain ruang kelas yang rusak, SDN Cempaka 3 juga tidak memiliki fasilitas meja dan kursi untuk guru. "Padahal, dalam anggaran sudah ada alokasi biaya untuk itu," katanya. Oleh karena itu, dia meminta Dinas Pendidikan segera memperbaiki bangunan sekolah yang rusak.

Sekolah lain yang mengalami kerusakan adalah SD Negeri Rawa Boni 3 yang tiga ruang kelasnya rusak parah. Sekolah ini hanya memiliki enam ruang kelas, sehingga siswa terpaksa belajar secara bergantian.

"Penggantian tempat belajar dilakukan karena tiga ruang kelas yang nyaris amnbruk tidak dapat digunakan," kata Kepala Sekolah SDN Rawa Boni 3, Sukadiyono. Sekolah ini memang masih belum termasuk sekolah yang akan diperbaiki. [132]


Last modified: 22/2/08