Sebuah pesawat komersial dengan 46 penumpang dilaporkan hilang Kamis (21/2) atau Jumat (22/2) WIB di wilayah barat Venezuela. Pesawat bermesin ganda tersebut dilaporkan kehilangan kontak dengan menara pengawas saat lepas landas dari Merida menuju Bandara Internasional Simon Boliver di pinggiran Caracas.
Direktur Manajemen Darurat Venezuela, Jenderal Antonio Rivero mengatakan, otoritas di Merida memiliki informasi kemungkinan pesawat tersebut jatuh di pegunungan Merida yang berbatasan dengan Kolumbia. Kendati demikian, mereka tak memiliki informasi lebih lanjut tentang kondisi pesawat dan penumpangnya.
Rivero mengatakan, pesawat ini milik maskapai Santa Barbara, sebuah perusahaan penerbangan kecil yang melayani rute domestik. Sejauh ini, para petugas masih melacak keberadaan pesawat tersebut. [AP/N-3]
Mulai tahun ini, Jepang akan menyediakan dana sekitar US$ 10 miliar untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi pemanasan global. Secara bertahap selama lima tahun ke depan, bantuan akan disediakan bagi negara-negara yang berusaha untuk mengurangi emisi gas dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik, dengan konsultasi kebijakan dasar antara Jepang dengan negara-negara tersebut.
"Ini adalah bagian dari komitmen Jepang untuk program Cool Earth Partnership. Salah satu rencana ke depan adalah menciptakan sistem keuangan baru untuk membantu negara-negara berkembang yang telah merespons terhadap proposal pemanasan global. Indonesia akan menjadi negara prioritas Jepang untuk pemberian dana ini," kata Wakil Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Satoru Satoh di Jakarta, Kamis (21/2).
Maret nanti tim konsultasi Jepang akan datang untuk mendiskusikan kerja sama ini. Dana tersebut akan dibagi menjadi dua bentuk bantuan, yaitu bantuan untuk mengadaptasi perubahan iklim dan mengembangkan akses membersihkan energi sebesar US$ 2 miliar atau sekitar 250 miliar yen, dan bantuan untuk peringanan perubahan iklim sebesar US$ 8 miliar atau sekitar 1 triliun yen. [MRS/N-3]