SUARA PEMBARUAN DAILY

Militer AS Lacak Pecahan Satelit Mata-mata

[WASHINGTON] Militer Amerika Serikat (AS) Kamis (21/2) atau Jumat WIB melacak reruntuhan yang berserakan dari satelit mata-mata AS yang hancur, dengan harapan bahwa tidak ada pecahan yang tertinggal, yang dapat jatuh dan mengakibatkan kerusakan di bumi.

"Dengan memakai radar, data dari sensor dan teknologi lainnya, petugas meneliti bagian kecil dari pesawat luar angkasa yang ditabrak, Rabu (20/2) oleh misil penyergap yang diluncurkan dari kapal penjelajah Angkatan Laut di Samudera Pasifik," kata Wakil Kepala Staf Gabungan Jenderal Marinir James Cartwright.

Pertanyaan utama adalah apakah tabrakan cepat dari misil dan satelit itu telah menghancurkan tangki bahan bakar hydrazine dan membuka gas racun tersebut ke udara. Petugas telah mengatakan tujuan utama penghancuran pesawat ruang angkasa itu adalah untuk menghindari kontak manusia dari gas beracun itu. Pesawat tersebut kehabisan energi tidak lama setelah tiba di orbit di akhir 2006 dan kehilangan kontrol lalu perlahan turun menuju bumi.

Cartwright mengatakan, petugas memiliki rasa percaya diri yang tinggi bahwa tangki tersebut telah hancur, tapi butuh sehari atau dua hari untuk meneliti pecahannya se- belum mengetahui lebih jelas.

"Kami punya beberapa teknisi yang sedang mencoba mengerjakan memakai data-data yang ada," kata Cartwright pada konferensi pers di Pentagon.

"Pada akhirnya, yang penting bagi kita adalah pecahan jenis apa di luar sana yang dapat jatuh, di mana pecahan itu akan jatuh, jika nanti akan jatuh di daerah yang berpopulasi, menyelesaikan dan memastikan tidak ada orang yang cedera," katanya.

Menurutnya, pecahan dari satelit telah mulai memasuki Samudera Atlantis dan Samudera Pasifik. Ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang di mana militer telah melacak daerah pecahan dari satelit, yang digambarkan ukurannya sebesar bus sekolah dan berbobot sekitar 2.270 kilogram. Peneliti amatir di bagian pantai barat Kanada melihat jejak dua lusin pecahan di langit setelah beberapa menit tabrakan misil itu, ketika mereka sedang melihat gerhana bulan pada Rabu malam. [MRS/N-3]


Last modified: 21/2/08