SUARA PEMBARUAN DAILY

Obama: Jangan Saling Menjatuhkan

AP/Deborah Cannon

Barack Obama dan Hillary Clinton seusai debat di Universitas Texas, AS, Kamis (21/2) malam atau Jumat pagi WIB.

[AUSTIN] Bakal calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Rodham Clinton menuduh pesaing utamanya, Barack Obama, melakukan plagiarisme politik. Obama dianggap menyajikan perubahan yang bisa dikopi (change you can Xerox) untuk menyindir program ekonomi yang ditawarkan Obama dalam kampanye yang dianggap mencuri ide Hillary.

Namun, Obama menampik tudingan itu tidak berdasar. "Apa yang tidak perlu kita lakukan adalah saling menjatuhkan satu sama lain tetapi harus mengangkat demi memperbaiki negeri ini," timpal Obama dalam debat Kamis (21/2) malam atau Jumat pagi WIB di Auditorium Universitas Texas.

Kedua bakal calon presiden Partai Demokrat ini bertemu dalam debat terbuka yang disiarkan langsung CNN, sebelum pemilihan pendahuluan di Texas dan Ohio, 4 Maret.

Mereka tak sepakat dengan perubahan yang terjadi di tubuh Pemerintahan Kuba pascapengunduran diri Fidel Castro. Hillary mengatakan akan menolak untuk duduk bersama dengan presiden mendatang Raul Castro sampai ia mengimplementasikan reformasi politik dan ekonomi. Sebaliknya, Obama bersedia bertemu tanpa suatu syarat apa pun dengan Raul. Tentu saja, kata Obama, bila bertemu harus mengagendakan pula masalah hak asasi manusia di Kuba.

Kedua bakal calon presiden ini pun kerap berbeda dalam pandangan tentang perawatan kesehatan yang menjadi salah satu isu kampanye. Hillary mengatakan, kebijakan Obama soal kesehatan akan membuat sekitar 15 juta warga AS tak tercakup dalam program kesehatan itu. Sebaliknya, Obama menuduh Hillary salah mengelola masalah tersebut dan bekerja secara rahasia saat suaminya berada di Gedung Putih. "Saya akan melakukan hal ini secara berbeda. Kita dapat memiliki rencana yang besar, tetapi jika kita tidak mengubah politik sehingga bisa bekerja dengan baik di Washington, bagaimana mungkin rencana-rencana itu bisa menjadi kenyataan," tandas Obama.

Di balik perbedaan pandangan dan saling tuding itu, kedua calon sepakat bahwa pengawasan dengan teknologi tinggi perlu dibangun di perbatasan untuk mencegah imigran ilegal. [AP/N-3]


Last modified: 21/2/08