[MALANG] Bambang Soemantri, salah satu mantan maskot grup lawak intelektual (kampus) Kwartet S asal Kota Malang, meninggal dunia karena menderita komplikasi penyakit diabetes, paru-paru, jantung dan ginjal, Rabu (20/2).
Almarhum bersama Djathi Kusumo, mantan anggota DPR RI dari FPDI-P dan dua rekannya yang lain, pernah malang-melintang di dunia kocok perut di era Orde Baru sekitar pertengahan tahun 70-an hingga akhir 80-an, mulai dari pentas di lingkungan kampus hingga di berbagai pergelaran musik mau pun pesta kegiatan partai politik.
Bambang yang berstatus karyawan PNS di kantor Departemen Penerangan (Deppen) Pemkot Malang itu, sepeninggal Djathi Kusumo aktif di kegiatan partai politik, dan tetap eksis sebagai pembawa acara yang andal dan kocak.
Hampir di setiap acara hiburan yang diselenggarakan Pemkot dan Pemkab Malang serta Pemkot Batu, terlebih lagi di mata institusi Polri, jasa Bambang selalu diminta untuk tampil membawakan acara.
Bambang yang meninggal dunia pada usia 62 tahun, sempat menjadi pembawa acara pada acara Lebaran 2007 baru. "Sejak itu Bambang sudah tidak dapat tampil di depan publik karena diganggu penyakitnya," ujar Retno Sutriani, adik kandung Bambang.
Di Rumah Duka
Sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Samaan, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Camalia 21, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Bambang memiliki putri satu orang bernama Emalia Yuli Isrananti yang menetap di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Djathi Kusumo, mantan (aktivis) Ketua Cabang GMNI Kota Malang yang ikut melayat mengaku memiliki banyak kenangan dengan almarhum ketika masih bersama-sama dalam grup lawak Kwartet S Kota Malang.
"Saya sudah lupa, berapa puluh kami memiliki rekaman komersial Kwartet S," ujar Djathi yang semula tinggal di Jalan Citandui, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Tetapi sudah sejak beberapa tahun memilih tinggal menetap di daerah lebih dingin di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. [070]