[JAKARTA] Wakil Ketua Komisi IV DPR Suswono, meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) memperbesar pembelian gabah dari petani. Keberpihakan Bulog terhadap kesejahteraan petani akan kembali diuji pada musim panen raya kali ini.
Hal tersebut tidak terlepas dari pengalaman kuartal pertama tahun 2007, di mana angka penyerapan gabah petani hanya sekitar 15 persen dari total penyerapan beras dalam negeri yang dilakukan oleh Bulog.
Dia mengatakan, tahun lalu hampir 85 persen pengadaan beras dalam negeri oleh Bulog bukan berasal dari petani, melainkan pembelian beras dari pabrik penggilingan gabah yang menjadi mitra Bulog.
"Dengan membeli gabah petani sebesar-besarnya maka Bulog akan dianggap mitra petani Indonesia," ujar Suswono, Jumat (22/2).
Tahun lalu realisasi pengadaan gabah/beras dalam negeri kuartal pertama (Januari-Mei 2007) sebesar 648.691 ton setara beras, terdiri atas gabah 149.639 ton dan beras 553.670 ton. Suswono meminta Bulog memprioritaskan langsung membeli beras dari petani, bukan melalui pihak ketiga.
Namun, Dirut Perum Bulog, Musthafa Abubakar mengatakan, pembelian beras melalui pabrik penggilingan mitra Bulog tidak merugikan petani. Selain itu, pembelian tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi gejolak spekulasi harga beras. Tahun lalu total pengadaan beras dalam negeri oleh Bulog sebanyak 1,76 juta ton. Sebelumnya Bulog menargetkan pembelian gabah petani sebanyak 2,43 juta ton setara beras pada tahun 2008 ini.
Fenomena Merosot
Menanggapi hal ini, Suswono mengingatkan Bulog akan fenomena merosotnya harga gabah di beberapa wilayah. Dia memberi contoh, di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, harga gabah kering panen turun menjadi Rp 1.800/kg. Harga ini di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 2..000/kg. Turunnya harga gabah saat ini tidak terlepas dari faktor musim hujan yang terus melanda wilayah tanah air.
Menurut Suswono, saat ini hanya sekitar 10 persen unit penggilingan gabah milik Bulog (UPGB) yang berfungsi dari 130 lebih UPGB, akibat sedikit menyerap gabah petani.
"Pembelian langsung ke petani oleh Bulog diharapkan bisa mencegah merosotnya harga gabah petani," ujar Suswono.
Sementara itu Direktur BUMN dan Kerjasama Kemitraan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Asnawi mengatakan, pihaknya menyiapkan Rp1,4 triliun bagi mitra Perum Bulog untuk mendanai pengadaan beras stok nasional 2008, yang dibeli dari para petani di seluruh daerah di Indonesia. Dana tersebut berupa kredit yang dapat dicairkan bulan Februari ini menghadapi pembelian produksi petani pada musim panen bulan Maret.
Menurut Asnawi jumlah kredit pengadaan beras masih memungkinkan dinaikkan di atas Rp11,4 triliun.
Mengenai Letter of Credit (LC) untuk pengadaan gabah/beras, Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar mengatakan, sudah dikucurkan sekitar Rp1,5 triliun- Rp1,7 triliun untuk menyerap produksi petani di seluruh Indonesia periode Februari - Maret 2008. [L-11]