[BANDA ACEH] Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) kembali mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Rabu (20/2) pukul 15.08 WIB. Gempa yang berpusat di darat sekitar 40 kilometer (km) barat laut Sinabang, Kabupaten Simeulue, mengakibatkan 5 warga tewas, 51 lainnya mengalami luka-luka dan sejumlah bangunan rusak parah.
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Aceh Syahnan kepada SP, Kamis (21/2) mengatakan gempa berkekuatan 7,3 SR terjadi pada pukul 15.28 WIB dengan kedalaman 30 km itu berada pada 2,58 Lintang Utara (LU) dan 95,99 Bujur Timur (BT).
Getaran gempa yang membuat panik warga dirasakan di Banda Aceh, Sinabang, Aceh Besar, Meulaboh, Tapak Tuan, Aceh Utara, Takengon, Benar Meriah dan sejumlah kabupaten/kota lain di Aceh. Selain Aceh getaran dirasakan juga di Medan Sumatera Utara (Sumut). Getaran gempa itu dirasakan berlangsung selama 30 detik. Dikatakan gempa meskipun berkekuatan 7,3 SR tak berpotensi tsunami.
Dari Simeulue dilaporkan akibat gempa menyebabkan 5 warga tewas dan 51 lainnya mengalami luka-luka, kini semua dirawat di Rumah Sakit Sinabang. Korban dirawat di antaranya patah tulang.
Pemerintah Provinsi Aceh, Kamis (21/2) pagi ini menyalurkan bantuan untuk korban gema di Kabupaten Simuelue antara lain berupa 10 ton beras, kain sarung 2.000 lembar, mi instan 2.000 kotak, bisakuit 200 dus, sarden 200 dus, sajadah 1.000 lembar, mukena 500 lembar.
Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh Ridwan kepada SP, di Banda Aceh, Kamis (21/2).
Dikatakan tersebut bantuan langsung dikirim Rabu (20/2) malam dengan menggunakan kapal cepat dari Banda Aceh ke Simeulue dan juga sebanyak 10 ton beras yang selama ini disimpang di Gudang Dolog di Tapak Tuan Aceh Selatan juga sudah dikirim ke sana.
Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kabupaten Simeulue Zulmufti mengata-kan Kecamatan Simeulue Barat merupakan yang terparah kerusakan akibat gempa tersebut.
Kepala Bagian Kepegawaian Sekdakab Mirza Ihsan kepada SP, Kamis pagi mengatakan sejumlah tim sedang turun ke lapangan untuk menangani pengungsi dan tim medis terus me-layani korban luka-luka ringan dan berat.
Mengungsi.
Ia menambahkan, pascagempa sejumlah warga di Simeulue, terutama yang berada di kawasan pesisir pantai hingga saat ini masih bertahan di gunung, karena khawatir dengan gempa susulan menyebabkan terjadi tsunami. Akibatnya kota Sinabang ibu kota Simeulue menjadi sepi. Semua sekolah diliburkan.
Kepala Distrik Badan Rehabilitasi dan Rekons-truksi Simuelue Ikbal Abas mengungkapkan sejumlah sekolah di Sinabang Kamis pagi ini tidak ada yang beraktivitas. "Sejak semalam hingga siang ini warga masih bertahan di daerah pegunungan, karena takut gempa susulan dan tsunami," katanya.
Di Medan, sidang paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Kota setempat komisi sempat berhenti. Setelah sidang diskor dengan spontan para peserta sidang langsung berhamburan keluar. Setelah goncangan berhenti sidang dilanjutkan kembali
Bupati Nias, Sumut, Binahati Baeha mengimbau masyarakat agar tidak panik setiap menghadapi gempa. Masyarakat juga diminta untuk tidak berhamburan, sampai lari ke pegunungan setiap merasakan getaran keras gempa. [AHS/147/151]