![]()
Abimanyu
Warga melewati Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) di Stasiun Beos (Kota), Jakarta Barat, Rabu (20/2). Terowongan tersebut mulai dibangun 2005, dan saat ini memasuki tahap penyelesaian. TPO ini penting untuk memudahkan warga menyeberang dari Stasiun Kota menuju Halte TransJakarta, juga ke arah Bank Mandiri dan sebaliknya.
[JAKARTA] Banyak proyek di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang tertunda atau terhambat gara-gara berlarut-larutnya pengesahan APBD DKI Jakarta. Tidak hanya perbaikan jalan-jalan yang rusak, pengoperasian Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) Stasiun Beos di Jakarta Barat pun terlunta-lunta.
Pembangunan TPO untuk tahap empat yang membutuhkan dana sebesar Rp 8 miliar untuk sementara dihentikan menunggu APBD 2008. "Saat ini TPO sudah mulai diuji coba. Tapi memang belum diresmikan sebab penyelesaian tahap empat masih menunggu dari anggaran APBD 2008," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nurachman, Rabu (20/2), saat meninjau lokasi bersama Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan jajarannya.
TPO yang mulai dibangun tahun 2005, telah menghabiskan dana Rp 39,7 miliar, dengan rincian tahap pertama Rp 8,4 miliar, tahap kedua Rp 14,4 miliar, dan ketiga Rp 16,9 miliar. Sedangkan untuk tahap empat, dana sekitar Rp 8 miliar akan digunakan untuk finishing TPO, pemasangan lift dan taman. Nurachman menambahkan, TPO baru akan diresmikan jika anggaran tahap empat turun dan penyelesaian tahap empat tersebut rampung.
Seusai mengunjungi TPO, rombongan Gubernur menuju Jembatan Kota Intan dan berakhir di Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal Museum Fatahillah. Di sana, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu hadir.
Foke begitu gubernur disapa mengatakan, untuk menyeleksikan masalah Kota Tua haruslah melibatkan pihak yang paham dan sangat mengenal karakteristik Kota Tua. [ASR/L-8]