SUARA PEMBARUAN DAILY

Pekan Menentukan di Catalunya

Pembalap tim McLaren dengan kendaraan terbaru MP4-23 (kiri) dan pembalap Ferrari yang mengandalkan pacuan F2008 akan bertarung menjadi yang tercepat dalam uji coba F-1 di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, mulai Rabu (20/2). Foto-foto: Istimewa

[BARCELONA] Setelah minggu lalu menyelesaikan uji coba di Sirkuit Jerez, selama sepekan ke depan ini tim-tim F-1 melakukan uji coba di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol. Pekan ini akan menentukan dalam memprediksi tim mana yang berhasil menyiapkan mobilnya untuk berada di baris depan. Karena di sirkuit ini, hampir semua tim melakukan persiapan terakhirnya sebelum kendaraan dipaketkan menuju Australia, tempat penyelenggaraan seri pertama grand prix.

Dua tim terbaik di F-1, Ferrari dan McLaren bakal melakukan tes bersama di Catalunya, mulai Rabu (20/2) besok. Pekan lalu, ketika McLaren dan delapan tim lainnya beruji coba di Jerez, Ferrari dan Toyota malah melakukan tes di Sirkuit Sakhir, Bahrain. Pembalap Toyota, Jarno Trulli memperkirakan Ferrari bakal tampil sebagai yang tercepat. Dia mengatakan hal itu setelah bersama-sama dua pembalap tim "kuda jingkrak" Kimi Raikkonen dan Felipe Massa melakukan uji coba di Bahrain.Selama melakukan tes di Sirkuit Sakhir, Ferrari menjajal pacuan terbaru F2008 lebih dari 900 km, tanpa mengalami kendala teknik apapun.

McLaren tampil mengesankan pada tes di Jerez. Pembalapnya, Heikki Kovalainen meraih waktu tercepat di atas pembalap-pembalap lainnya. Fokus tim Woking pada tes pekan lalu adalah melanjutkan pengembangan program aerodinamika dan melakukan simulasi untuk sesi kualifikasi. "Tim akan terfokus pada tes di Barcelona (Catalunya). Karena disinilah semua pembalap tim papan atas akan berada di satu lintasan. Ini akan memberi kami gambaran mengenai peta kekuatan," jelas direktur tim McLaren, Martin Whitmarsh, Senin (18/2).

Namun dia mengaku timnya akan terfokus pada program tes, ketimbang bersaing dengan pembalap lain untuk meraih waktu terbaik. "Karena bagaimanapun juga, tes performa yang menentukan ada di Australia," jelas Whitmarsh.

Kejutan

Pada tes di Jerez muncul kejutan dengan tampilnya tim Red Bull sebagai "kuda hitam". Kecepatan kendaraan RB4 yang mendapat suplai mesin Renault, mampu mengimbangi tim BMW dan Williams. Pembalap Red Bull, David Coulthrad bahkan menempati posisi kedua tercepat di belakang Kovalainen hanya terpaut 0,5 detik. Rekan setimnya, Mark Webber meraih waktu tercepat ketiga. "Kami melakukan tes dengan baik di Jerez. Tes tiga hari berlangsung tanpa ada kendala berarti pada aerodinamika dan mesin kendaraan. Kami menatap tes di Barcelona dengan rasa percaya diri," tegas pemimpin tes mesin Red Bull, Ian Morgan.

Tim BMW masih tetap diperhitungkan sebagai tim papan atas. Kegagalan meraih hasil terbaik pada tes di Jerez oleh dua pembalap tim BMW, Nick Heidfeld dan Robert Kubica, lebih banyak dikarenakan faktor cuaca. Angin kencang disana ternyata mengganggu aerodinamika baru yang tengah dicoba kendaraan F1.08. Heidfeld berkeyakinan hasilnya akan lain pada tes di Catalunya. Apalagi dia sudah menyatakan kendaraan terbaru tim jauh lebih baik dibandingkan pacuan musim lalu F1.07.

Tim Renault kembali diperhitungkan untuk menembus papan atas, setelah kembalinya juara dunia 2005 dan 2006, Fernando Alonso. Pada tes di Jerez, Alonso hanya sekali berada di balik kemudi pacuan R28. Tugasnya kemudian diambil alih oleh dua pembalap tim, Luca di Grassi dan Nelson Piquet Jr. 'Kami sudah mengumpulkan data-data penting di Jerez, untuk dianalisa sebelum tes di Barcelona," jelas Piquet Jr.

Pada tes di Catalunya, tim Super Aguri memutuskan absen karena kesulitan dana. Tim ini juga sudah menunda acara peluncuran kendaraan terbaru mereka di Barcelona. [Berbagai Sumber/L-9]


Last modified: 19/2/08