SUARA PEMBARUAN DAILY

IOC: Kosovo Tak Mungkin Ikut Olimpiade Beijing

[LONDON] Sekalipun sudah merdeka dan lepas dari Serbia, Kosovo belum tentu bisa berpartisipasi dalam Olimpiade Beijing 8-24 Agustus mendatang. Demikian disampaikan Komite Olimpiade Internasional (IOC), di London, Inggris, Senin (18/2).

Menurut juru bicara IOC, Emmanuelle Moreau, sebelum diikutsertakan dalam Olimpiade, Kosovo hartus diakui dahulu oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) , serta memenuhi sejumlah persyaratan olahraga. "Pada tahap ini, IOC masih menunggu keputusan PBB. Namun, tampaknya mustahil bagi Kosovo mengikuti Olimpiade Beijing, karena ajang tersebut tinggal sebentar lagi. Padahal masih banyak hal yang perlu diurus oleh Kosovo bila ingin berpartisipasi dalam Olimpiade Beijing 8-24 Agustus mendatang," kata dia.

Disamping pengkuan PBB, Kosovo juga mesti menjalani uji kelayakan dari IOC dan sejumlah organisasi olahraga yang terkait di dalamnya. Bila negara yang baru mendeklarasikan kemerdekaan itu bisa memenuhi kriteria tersebut, maka Kosovo bisa segera memperoleh status peserta olimpiade dari IOC. "Melihat hasil pembicaraan hari ini, sepertinya terlalu singkat untuk memprediksi apa yang akan terjadi. Kita masih harus menunggu keputusan PBB," kata dia.

Pengakuan PBB akan membuat atlet Kosovo bisa bertanding di Olimpiade sebagai negara independen. Hal ini juga pernah terjadi pada Timor Timur dan bekas negara Yugoslavia.

Kosovo menyakan kemerdekaannya dari Serbia pada Minggu (17/2). Kosovo merupakan bagian dari Serbia. yang sejak tahun 1999 mendapat bantuan administratif dari PBB dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman, telah mengakui kemerdekaan Kosovo. Sementara penolakan datang dari Rusia, Serbia, dan sejumlah negara Uni Eropa, diantaranya Spanyol. Tahun lalu, IOC memberikan pengakuan terhadap negara Kepulauan Pasifik, yaituYuvalu dan negara pecahan Yugoslavia, Montenegro supaya bisa mengikuti Olimpiade. Saat ini, negara anggota IOC berjumlah 205 negara.

Ada lima petinju etnis Albania yang ingin tampil di Olimpiade Beijing, Tiongkok di bawah bendera Kosovo. Di Olimpiade Sydney 2000 (Australia), empat atlet Timor Timur tampil dengan mengenakan kaus putih di bawah bendera IOC, sebagai atlet perorangan. Saat itu, PBBmenangani pemerintahan administratitif di Timor Timur. IOC memasukan Timor Timur setelah mendapat persetujuan PBB dan jaminan dari Australia. [AP/ATW/L-9]


Last modified: 19/2/08