
Para pemain Liverpool berlari di sela-sela latihan di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris. Mereka akan menghadapi Inter Milan di pertandingan Liga Champions di stadion itu, Selasa (19/2). AP/Paul Thomas

[LIVERPOOL] Liverpool akan menjamu pimpinan klasemen sementara Seri A Liga Italia Inter Milan pada babak 16 besar Liga Champions, di Stadion Anfield, Liverpool, Selasa (19/2) malam atau Rabu (20/2) dini hari WIB, hanya tiga hari setelah mereka disingkirkan Barnsley di Piala FA.
Menghadapi tim sekelas Inter tentu berbeda dengan Barnsley. Namun, bisa saja justru bertemu dengan tim yang kualitasnya jauh lebih hebat para pemain Liverpool akan makin bersemangat.
Nasib pelatih Liverpool Rafael Benitez pun di tangan Inter. Setelah tersingkir di Piala FA dan tertinggal jauh di klasemen sementara Liga Inggris, inilah harapan terakhir Benitez untuk merebut gelar juara. Bila kalah, pintu keluar akan terbuka lebar bagi pelatih asal Spanyol yang membawa Liverpool juara Liga Champions 2005 itu.
Menghadapi tim setangguh Inter, juara lima kali Eropa itu harus berbenah. Mereka mesti melupakan kekalahan tersebut. "The Reds" harus mengeluarkan semua kekuatan dan pengalamannya sebagai salah satu jawara Eropa pada laga yang sudah menggunakan sistem gugur itu.
"Kami tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi. Kami harus berpikiran positif dan menganalisa kesalahan yang telah kami perbuat dan mencoba untuk berbenah. Kami percaya dengan kekuatan yang kami miliki karena merupakan tim tangguh," ujar Benitez.
Benitez berharap, timnya dapat mengulang kesuksesan musim lalu ketika secara mengejutkan mengalahkan juara bertahan Barcelona di babak yang sama. "Kami bermain melawan tim yang fantastis. Posisi kami underdog, dan itu sama seperti saat ini," tambah Benitez.
Kapten Steven Gerrard, yang telah mencetak empat gol dalam laga ini akan memimpin rekan-rekannya untuk mengulang sukses seperti ketika merebut piala gelar juara pada 2005.
"Kami harus bermain lebih baik lagi sehingga kami dapat lolos ke babak berikutnya," kata bek Jamie Carragher, yang akan bermain untuk yang ke-99 kalinya di kompetisi tingkat Eropa bersama Liverpool.
Menurut Carragher, Inter tengah berburu gelar dan sepertinya tidak mau kalah dengan tim sekota mereka, AC Milan, yang tahun lalu menjadi yang terbaik di Eropa. "Tentu Inter ingin seperti AC Milan yang mengalahkan kami musim lalu," jelasnya.
"Pertandingan nanti akan menjadi ujian bagi kami dan kami harus meningkatkan level kami. Mencetak hasil baik di kandang sendiri itu merupakan hal yang sangat penting," tambahnya.
Lawan yang akan mereka hadapi nanti, Inter dalam kondisi terbaik. Pada laga musim ini, mereka hanya sekali mengalami kekalahan, yaitu saat bertemu klub asal Turki, Fenerbahce (0-1), September tahun lalu. Di Seri A pun, mereka telah memimpin 11 angka atas AS Roma yang berada di tempat kedua.
Tampil Lagi
Yang membuat Benitez tersenyum, adalah kembalinya ujung tombaknya Fernando Torres yang baru saja sembuh dari cedera. Ia yakin, rekan satu negaranya itu akan membawa keberuntungan lewat gol-golnya.
Meskipun penampilan Liverpool tidak bersinar di kompetisi domestik, pelatih Inter Roberto Mancini tetap menganggap calon lawannya itu sebagai tim yang sangat tangguh. "Mereka memang tidak bermain bagus di liga. Karena itu, mereka pasti akan mati-matian di Liga Champions. Liverpool mempunyai motivasi tinggi dan mereka tim yang sangat berbahaya," ujar Mancini.
"Nerazzurri" tahun lalu digagalkan oleh Valencia pada babak yang sama. Kini, menurut kapten Javier Zanetti, timnya tidak boleh kembali gagal. "Ini benar-benar sebuah tantangan, dan kami tidak boleh membuat kesalahan. Kami tahu, Liverpool merupakan tim yang sangat kuat, karena itu kami juga akan hati-hati," ujarnya.
Mancini akan berlaga tanpa dukungan dua gelandang, Luis Jimenez dan Cesar. Jimenez tengah cedera, sedangkan Cesar terkena larangan bermain akibat akumulasi kartu. Namun itu tidak menjadi masalah bagi Mancini, karena gelandang brilian Luis Figo akan kembali bermain setelah lama terkena cedera. Kemungkinan, Mancini belum akan menurunkan pemain asal Portugal ini secara penuh. Selain itu, gelandang lainnya, Dejan Stankovic juga telah sembuh dari cedera dan mungkin akan tampil.
Yang justru mengkhawatirkan, adalah lini belakang. Dua andalannya, Maicon dan Ivan Cordoba tidak bisa bermain karena cedera. Namun, Inter mempunyai pemain pengganti yang tidak kalah kualitasnya, Christian Chivu dan Nicolas Burdisso. Zanetti pun bisa ditarik menjadi bek sayap sehingga posisinya bisa ditempati Figo. Lini depan Inter akan menjadi ujian bagi kuartet Steve Finnan, Jamie Carragher, Sami Hyypia, dan John-Arne Riise. Inter mempunyai penyerang tangguh, Julio Cruz dan Zlatan Ibrahimovic. Cruz bahkan diistirahatkan pada pertandingan Seri A pekan lalu sehingga lebih bugar. [AP/Rtr/W-11]