
[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menerima kritikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman yang mendesak Gubernur DKI agar memprioritaskan perbaikan sejumlah jalan yang rusak akibat banjir di Ibukota. Dampak kerusakan jalan tidak saja menghambat intensitas kinerja warga, tetapi juga menambah kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas.
Foke, panggilan akrab Gubernur DKI itu, ketika diminta tanggapan terkait kritikan Kapolda Metro Jaya, di Balaikota, Jakarta, Senin (18/2), mengatakan, pihaknya juga tidak senang dengan banyaknya jalan rusak yang tersebar di sejumlah titik jalan di Ibukota. "Kecuali yang mencoret anggarannya (DPRD DKI, Red)," kata Foke.
Kapolda Metro Jaya dalam suratnya ke Gubernur DKI meminta memperbaiki infrastruktur jalan guna mendukung pelayanan sekaligus kelancaran masyarakat terutama pemakai jalan untuk kepentingan beraktivitas selama 24 jam. "Kapolda telah mengirim surat ke Gubernur DKI terkait usulan perbaikan beberapa jalan yang rusak tersebut," kata Kepala Pelaksana Operasi Simpatik 2008 Kompol Irvan S Prawira di Mapolda Metro Jaya kepada SP, Sabtu.
Menurut Irvan, kondisi kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas akan semakin parah jika terganggu kerusakan jalan pasca atau selama banjir melanda Ibukota. Belum lagi persoalan jumlah kendaraan di Jakarta sampai saat ini sebanyak 5,7 juta unit terdiri dari sepeda motor dan mobil.
14 Titik Air
Sementara itu, hujan yang mengguyur wilayah Ibukota sepanjang malam hingga Selasa (19/2) pagi, mengakibatkan 14 titik jalan strategis tergenang air.
Kondisi jalan semakin parah ketika 43 lampu lalu lintas di kawasan tersebut mati atau rusak, menimbulkan kesemrawutan dan kemacetan panjang.
Empat belas titik jalan yang tergenang air, antara lain di Jakarta Timur (Jalan Kolonel Sugiono dengan ketinggian mencapai 20 sentimeter. Daerah ini dalam tiga tahun terakhir menjadi langganan banjir.
Lokasi lainnya di Jakarta Utara tercatat enam titik tergenang air setinggi sekitar 20 sentimeter, Jalan Muara Baru, Kampung Bandan, RE Martadinata, Islamic Center dan SMU Marsudi Rini.
Sementara itu, genangan air di Jakarta Selatan tepatnya di Jalan Buncit Raya, kemudian Jakarta Pusat dan Jakarta Barat terjadi hanya di beberapa titik tetapi tidak parah.
"Ke-14 titik jalan itu sampai Selasa pagi masih tergenang. Juga tercatat 43 lokasi lampu lalu lintas mati atau tidak berfungsi maksimal sehingga menambah kesemrawutan lalu lintas," kata Brigadir Marsono petugas piket Traffic Manajemen Center (TMC) Polda Metro Jaya, Selasa pagi.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ketut Untung Yoga mengimbau warga berhati-hati terkait banyaknya jalan rusak dan berlubang akibat tergerus genangan air.
Sementara itu, hujan yang mengguyur sejak kemarin di Kota Tangerang menyebabkan Kali Sabi yang melintasi Jalan Raya Serang, Selasa pagi meluap. Akibatnya ruas Jalan Raya Serang yang menghubungkan Kota Tangerang dengan wilayah barat seperti Cikupa hingga Merak putus total. [ASR/132/G-5]