[NAIROBI] Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Condoleezza Rice, mendesak adanya perjanjian pembagian kekuasaan antara Presiden Kenya Mwai Kibaki dan pemimpin oposisi Raila Odinga, dan mendesak mereka bergabung sebagai koalisi. "Saya yakin waktu untuk kesepakatan politik adalah kemarin. Sungguh sangat penting ini diselesaikan segera," kata Rice, di Nairobi, Senin (18/2).
"Dibutuhkan pengaturan pemerintahan yang memungkinkan adanya pembagian kekuasaan, yang bisa memungkinkan pembentukan koalisi," katanya, setelah melakukan pembicaraan dengan mantan Sekjen PBB Kofi Annan. Rice juga telah bertemu secara terpisah dengan Kibaki dan Odinga. "Dari kedua belah pihak saya dengar kesepahaman perlunya membuat kesepakatan," ucapnya.
"AS akan terus menjadi teman baik Kenya, tapi kita harus menjadi teman baik dari Kenya yang stabil, dengan pemerintahan yang memiliki legitimasi, yang bisa sungguh-sungguh memerintah rakyatnya," kata Rice. Pihak Kibaki sendiri mengatakan kedatangan Rice tidak akan membuat pemerintahannya tunduk dalam pembuatan kesepakatan dengan pemimpin oposisi Raila Odinga.
"Kami mendorong kawan kami untuk mendukung kami, untuk mendorong kami, tapi tidak untuk membuat kesalahan dengan menaruh senjata di kepala siapa pun dan mengatakan pilih atau tidak karena itu tidak akan berhasil," kata Menteri Luar Negeri Kenya Moses Wetangula.
Meski tidak menunjuk pada AS, Moses mengatakan, mereka yang ingin memberikan dukungan, mesti menghindari bahasa perintah. "Mereka yang mendukung kami, mesti menghindari bahasa yang cenderung tampak seperti kami tengah diperintah, Anda harus melakukan ini atau Anda harus melakukan itu," ujarnya. [AFP/B-14]