![]()
AP /Wally Santana
Pendukung partai yang dipimpin mantan PM Nawaz Sharif merayakan keunggulan kandidatnya dalam hasil penghitungan sementara Pemilu Pakistan di Rawalpindi, Senin (19/2).
[ISLAMABAD] Hasil penghitungan suara sementara, Selasa (19/2), memperlihatkan bahwa partai-partai oposisi Pakistan meraup kemenangan. Di beberapa kota, ratusan pendukung mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dan almarhum Benazir Bhutto turun ke jalan untuk merayakan kemenangan. Sementara itu, Presiden Pakistan Pervez Musharraf menyerukan agar rakyat Pakistan tetap bersatu.
Dalam pemilu yang berlangsung Senin (18/2), dua sekutu Musharraf kehilangan kursi. Ketua Q-Liga Muslim Pakistan (Pakistan Muslim League-Q/PML-Q) Chaudhry Shujaat Hussain dan menteri perkeretaapian yang memutuskan mengundurkan diri baru-baru ini, Sheikh Rashid Ahmed, kalah di Provinsi Punjab. Padahal wilayah itu adalah basis pendukung PML-Q yang mendukung Musharraf.
"Kami menghormati keputusan rakyat. Kami ucapkan selamat kepada PML-N dan PPP. Mereka bekerja dengan baik," ungkap Juru Bicara PML-Q, Tariq Azeem.
PML-N adalah partai oposisi yang dipimpin mantan PM Pakistan lainnya, Nawaz Sharif. Sedangkan PPP, partai oposisi yang dulu dipimpin mendiang PM Benazir Bhutto. "Kami bersedia duduk di kursi oposisi apabila hasil akhir menunjukkan kekalahan kami," kata Tariq Azeem.
Hussain, politisi veteran, yang pernah menjabat sebentar sebagai perdana menteri di bawah kepemimpinan Musharraf di tahun 2004, mencalonkan diri kembali sebagai anggota parlemen di daerah pemilihan Punjab. Berita di televisi menyebutkan, partai Nawaz Sharif mengalahkan Ahmed di Rawalpindi.
Imbauan Musharraf
Setelah hasil tidak resmi penghitungan suara memperlihatkan kemenangan kubu opisisi, Musharraf menyerukan agar rakyat Pakistan tetap memelihara persatuan dan kesatuan nasional. Pemilu parlemen Pakistan diharapkan dapat memperkuat demokrasi dan meredakan ketegangan politik di sana.
Pemilu sempat diwarnai sikap apatis jutaan pemilih. Mereka lebih memilih berdiam di rumah ketimbang mencoblos. Dari 161 juta penduduk Pakistan, ada 81 juta warga yang punya hak suara. Tetapi tidak semua menggunakan hak suaranya. Tidak mengherankan apabila pemilu Pakistan dibayang-bayangi kemungkinan tidak adanya satu partai yang menang mutlak.
Pemilu tidak diwarnai serangan-serangan berskala besar. Tetapi PPP yang dulu dipimpin mendiang Bhutto mengklaim 15 orang anggota partainya tewas dan ratusan luka-luka dalam kekerasan yang dirancang untuk "menakut-nakuti" para pemilih.
[AP/AFP/E-9]