SUARA PEMBARUAN DAILY

31 Mei, Pemenang Lomba Lagu Munir Diumumkan

[JAKARTA] Lomba Cipta Lagu untuk Munir yang diadakan Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM), Radio Utan Kayu dan KBR68H telah memilih 10 lagu terbaik. Sebanyak tiga lagu menjadi lagu favorit, namun lagu pemenang baru diumumkan pada 31 Mei 2008.

Tiga lagu favorit yakni Pahlawan Sejati karya Doddy B Jatmiko, Selamat Jalan Pahlawan Hak Asasi karya Mila Dosy dan Untukmu karya Nur Iman terpilih menjadi kandidat juara. Namun urutan pemenang juara satu, dua dan tiga akan dipilih oleh pendengar melalui sms setelah diputar reguler di jaringan KBR68H dan FM 89,2 Utan Kayu pada April-Mei 2008.

Seperti siaran pers yang disampaikan Head of Promotion KBR68H Eko Sulistyanto, baru-baru ini, pengumuman pemenang Lomba Cipta Lagu untuk Munir akan dilakukan pada puncak acara, yakni konser musik "Tribute to Munir" yang akan diselenggarakan pada 31 Mei 2008 di Jakarta.

Dewan juri yang terdiri dari 3 orang, yakni Trie Utami (penyanyi), Jockie Suryoprayogo (musikus) dan Usman Hamid (KONTRAS) telah memilih tiga lagu terbaik dan 7 lagu lainnya. Sebanyak 10 lagu akan diproduksi dalam CD dan kaset. Kesepuluh lagu terbaik itu akan dibuat album kompilasi Untuk Munir dan akan didistribusi untuk umum melalui label.

Tujuh lagu yang juga terpilih oleh juri adalah Pain karya Ovalenz Band, Before You Go karya Ben & Friends, Blues Untuk Munir karya Jeffar L Gaol, Masihkah Kita Takut karya Amir Sadewo, Cahaya karya Asfinawati, Arsenikum karya Rengga Yudistira dan MR HAM karya Full Respect.

Seluruh Indonesia

Lomba ini sempat diikuti oleh 92 peserta. Total jumlah lagu yang dikirim sebanyak 132. Peserta berasal dari kota-kota besar di seluruh Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogya, berbagai daerah seperti Bali, Bangka, dan Papua. Bahkan, ada peserta yang berdomisili di Arab Saudi. Panitia memberi kebebasan penuh kepada peserta lomba untuk berkreasi baik soal aliran musik dan instrumen yang dipakai.

Seluruh program untuk Munir ini dimaksudkan untuk menghormati dedikasi Munir pada penegakkan hukum dan HAM di Indonesia, mengingatkan publik atas kasus.

Munir yang belum tuntas, juga mendorong pemerintah agar tidak ragu menangkap dalang di balik pembunuhan itu. Penuntasan kasus Munir merupakan wujud nyata keberhasilan pemerintah dalam mereformasi bidang hukum dan HAM. [U-5]


Last modified: 19/2/08