[JAKARTA] Bank Indonesia (BI) tetap mendapat kepercayaan dari dunia internasional, di tengah berbagai persoalan yang menimpa sejumlah pejabat dan mencoreng kredibilitas Bank Sentral Indonesia itu.
BI akan menjadi tuan rumah pertemuan Konferensi Gubernur Bank Sentral se-Wilayah Asia Pasifik (South East Asian Central Banks/SEACEN) ke-43 dan Pertemuan Gubernur Bank Sentral ke-27. Bahkan, Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah, yang kini menjadi tersangka kasus aliran dana ke DPR, akan memimpin langsung konferensi tersebut.
"Konferensi SEACEN akan berlangsung di Jakarta pada 21-22 Maret 2008, dan rencananya akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sudah menjadi tradisi bahwa pembukaan pertemuan tertinggi SEACEN dilakukan kepala negara atau kepala pemerintahan dari negara yang menjadi tuan rumah," kata Kepala Biro Humas BI, Filianingsih Hendrata, dalam siaran pers yang diterima SP, Senin (18/2).
Menurut dia, seluruh rangkaian konferensi dan pertemuan bertujuan menyelaraskan dan mensinergikan kebijakan yang diambil bank sentral atau otoritas moneter negara anggota SEACEN. Topik yang akan dibahas dalam konferensi kali ini adalah "Financial Deepening to Support Monetary Stability and Sustainable Economic Growth".
Topik ini, dipilih sebagai langkah fundamental yang harus diambil untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dalam menghadapi gejolak aliran modal yang sulit dihindari di tengah maraknya integrasi pasar keuangan dewasa ini. "Urgensi pembahasan juga tidak terlepas dari upaya pendalaman pasar keuangan, yang menjadi salah satu prioritas BI pada tahun 2008 ini," ujar Filianingsih.
Kerja sama antarbank sentral dan otoritas moneter di kawasan Asia dan Pasifik (SEACEN) merupakan forum yang bertujuan menjadi ajang policy dialogue tentang kebijakan makroekonomi dan tantangan terkini yang dihadapi kawasan. Forum yang terbentuk sejak 1982 itu, juga melakukan berbagai inisiatif peningkatan kompetensi sumber daya manusia, guna menjamin tercapainya profesionalisme dalam pekerjaan. [J-9]