SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemerintah Belum Pastikan Penerapan Kartu BBM

[JAKARTA] Pemerintah belum menentukan waktu penerapan sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) secara tertutup dengan menggunakan kartu kendali untuk minyak tanah dan smart card untuk premium dan solar. Sebaliknya, pemerintah melakukan persiapan yang matang dengan melakukan perencanaan yang baik, uji coba, proyek percontohan (pilot project) yang baik serta evaluasi atas tahapan-tahapan tersebut.

"Untuk penggunaan smart card atau kartu kendali, ada beberapa langkah yang diingatkan Bapak Presiden yaitu harus siap, tidak terburu-buru untuk dilakukan. Yang penting kita siap. Kemudian dilakukan uji coba. Kemudian dialakukan pilot project. Kemudian kita lakukan evaluasi dengan benar, apa yang kita lakukan, persiapan kita, uji coba kita, dan pilot project kita itu berjalan dengan baik untuk kemudian selalu kita sosialisasikan secara berkelanjutan. Jadi sosialisasi itu penting sekali bagi pelaksanaan program ini. Jadi program ini tidak buru-buru kita laksanakan, tetapi betul-betul kita persiapkan dulu dengan baik," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Senin (18/2) setelah rapat kabinet terbatas tentang subsidi BBM secara tertutup.

Purnomo menjelaskan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekanakan agar pemberian subsidi BBM harus tetap sasaran. Subsidi jangan sampai diberikan kepada mereka yang seharusnya tidak mendapat subsidi. Sebaliknya subsidi harus diberikan kepada mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan subsidi (targeted subsidy).

"Untuk itu dimintai kepada BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas dan Pertamina untuk betul-betul mempersiapkan perencanaan dengan baik, pelaksanaan di lapangan dalam rangka untuk mendapatkan targeted subsidy. Selain itu percepatan konversi minyak tanah ke elpiji ini agar dilakukan dengan sebaik-baiknya," ujarnya. [A-21]


Last modified: 19/2/08