
sp/ferry kodrat
Puteri Indonesia 2004, Artika Sari Devi yang dipercaya sebagai Brand Ambassador produk terbaru Mustika Ratu, "Sembagi Wungu", tampil dengan anggunnya dengan memakai baju kemben batik berwarna ungu dengan kain panjangnya pada akhir pergelaran "Persada Sembagi Wungu" di Ballroom, Hotel Lor-In, Solo, Jateng, Sabtu (16/2) malam.
ampai kini, Indonesia masih menyandang predikat negara berkembang. Bangsa Indonesia belum mampu mengolah kekayaan alam dan budayanya. Padahal warisan budaya leluhur adalah salah satu kekayaan besar yang dapat membawa bangsa pada kesejahteraan dan kemakmuran.
Pesan itulah yang disampaikan Pergelaran "Persada Sembagi Wungu" kepada seluruh anak bangsa. Peragaan busana yang diadakan PT Mustika Ratu ini diadakan di Solo, Sabtu (16/2) malam. Acara tersebut sekaligus merupakan peluncuran produk baru Mustika Ratu bernama Sembagi Wungu.
"Jadi, kata 'wungu' dalam produk kosmetik terbaru saya ini merupakan sebuah ajakan kepada anak-anak bangsa Indonesia untuk segera bangun dari keterpurukan ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan lain-lain. Kita harus segera dapat menuju pada kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan," kata Direktur Utama PT Mustika Ratu Tbk, BRAy Mooryati Soedibyo.
Seperti yang dijelaskan Mooryati Soedibyo, ada tiga hal yang mengilhami dirinya untuk menciptakan kosmetik dengan warna ungu, termasuk pilihan ungu yang merupakan warna favorit. Pada tahun 2008, ungu ternyata merupakan tren warna dunia. Hal lain yang tak kalah terpenting, warna ungu atau dalam tulisan Jawa Kuno yaitu "wungu", memiliki falsafah yang dalam. Dalam bahasa Jawa Kuno, "wungu" artinya bangun.
Sementara kata "Sembagi" berarti warna-warna yang dipakai dalam motif-motif batik. Dengan demikian, "Sembagi Wungu" juga terinspirasi dari seni budaya batik yang kaya dengan disain corak dan warna. Produk terbarunya berupa eye shadow, warna ungu ditambah paduan dari polesan warna coklat tua dan muda akan memberikan suatu implikasi dalam rias mata untuk memberikan kesan feminim dan romantis.
Sementara untuk lipstik, warna ungunya akan memberikan sebuah keanggunan. Demikian juga dengan lip-shine "baby pink"-nya, yang akan memberikan kesan seksi dan segar pada bibir. Meskipun warna ungu tersebut menjadi tren dunia, Mooryati menyebut tren warna tersebut juga bisa dipakai oleh perempuan Indonesia, yang rata-rata memiliki kulit coklat kekuning-kuningan.
"Jika kulitnya putih yang dipakai adalah warna ungu tua, sedangkan jika kulitnya coklat pakailah yang berwarna ungu muda atau yang soft," ujar dia.
"Persada Sembagi Wungu"
Karena kelahiran produk "Sembagi Wungu" terinspirasi oleh motif-motif warna batik, Mooryati sengaja memilih Solo (Surakarta), Jateng, sebagai tempat acara peluncuran produk ini. Dia menyebut batik yang menjadi inspirasinya berasal dari Solo.
Untuk membuat suasana peluncuran lebih greget dan anggun, Mustika Ratu pun berkolaborasi dengan perusahaan batik PT Guruh Soekarno Persada, milik Guruh Soekarno Putra, dalam menggelar "Persada Sembagi Wungu" di Ballroom, Hotel Lor-In, Solo, Jateng, Sabtu (16/2) lalu.
Menurut Guruh, pergelaran ini merupakan kolaborasi yang sangat cocok dan "jodoh. Pasalnya, ada ikatan yang kuat karena antara produk kecantikan "Sembagi Wungu" dengan produk batik Guruh.
Dalam pergelaran itu, Mustika Ratu menampilkan 11 Puteri Indonesia, termasuk Putri Indonesia 2004 yaitu Artika Sari Devi dan Puteri Indonesia 2007, Putri Raemawasti. Acara ini juga diikuti Putri Indonesia 2007 yaitu Duma Riris Silalahi (Puteri Indonesia Lingkungan 2007), Rahma M Landy (Puteri Indonesia Pariwisata 2006), Agustine Ramli (finalis Puteri Indonesia 2006), Nike Kusmarini (finalis Puteri Indonesia 2006), Putri Widyasari (finalis Putri Indonesia 2007), Fitri Adityasari (finalis Puteri Indonesia 2007), Denisa Narthatina (finalis Puteri Indonesia 2007), Ida Ayu Padmawati (finalis Puteri Indonesia 2006), dan Dana (finalis Puteri Indonesia 2005). Artika Sari Devi dipercaya oleh Mustika Ratu sebagai brand ambassador untuk produk "Sembagi Wungu" ini.
Untuk pergelaran yang berlangsung 2,5 jam tersebut, Guruh sebagai sang kreator panggung, mengkolaborasikan antara peragaan busana batik hasil karyanya yang eksklusif dengan tari-tarian yang dilakukan oleh penari-penari dari Solo dan Kinarya GSP.
Selain itu, pergelaran juga diramaikan dengan penampilan para musisi seperti grup band RAN, Four Season, Nunung Cs, serta penyanyi keroncong legendaris Waljinah. Waljinah sendiri membawakan dua lagu ciptaan Guruh, Puspa Indah Taman Hati dan Kala Cinta Menggoda dengan iringan musik Solo String Assemble.
"Melalui pergelaran ini, kita bisa melihat adanya keselarasan antara produk kecantikan 'Sembagi Wungu' yang dipakai oleh para perempuan dengan batik ciptaan saya. Untuk pergelaran ini, saya menampilkan sebanyak 62 batik karya saya sendiri," ujar Guruh.
Dalam segmen busana batik, peragaan dibawakan oleh 12 peragawan dari Jakarta. Jika biasanya berkesan formal, batik-batik karya Guruh justru cenderung kasual. Lewat busana yang ditampilkan oleh 12 peragawati dari Solo, Guruh membuat gebrakan baru dengan menampilkan batik dengan corak oriental.
Busana batik resmi baru ditampilkan ketika para peragawan dengan menggunakan jas daleman batik, mendampingi penampilan delapan Putri Indonesia. Sementara tiga Putri Indonesia lainnya memperagakan balutan busana batik dengan model yang anggun.
Pada akhir pergelaran, irama musik gamelan Jawa mengiringi kehadiran seorang Artika Sari Devi dengan tujuh orang binaragawan. Artika Sari Devi yang menjadi brand ambassador "Sembagi Wungu" tampil begitu anggun dan cantik dengan baju kemben berwarna ungu muda dengan wajah yang dipoles kosmetik "Sembagi Wungu". [F-4]