
Petenis wanita pemegang juara grand slam sembilan kali, Monica Seles mengumumkan pensiun resmi dari kompetisi tenis dunia, di St. Petersburg, Amerika Serikat, pada Kamis, (14/2). Namun, petenis berusia 34 tahun mengatakan, tetap akan terus berpartisipasi dalam mempromosikan olahraga tenis di dunia termasuk bermain untuk partai amal ataupun turnamen ekshibisi.
"Saya akan terus bermain, tetapi tidak akan membuat jadwal untuk mengikuti turnamen," ujar petenis yang telah memenangi 53 gelar tunggal dan enam gelar ganda tersebut.
Menurut Seles keputusan untuk menggantung raket itu, telah dipikirkan secara matang.
Sebelumnya ,dia juga sempat istirahat dari dunia tenis internasional setelah ditusuk oleh penggemarnya pada tahun 1993, tapi kemudian ia tampil kembali setelah dua tahun berikutnya.
Selain itu, Seles mengatakan, setelah resmi pensiun, ia akan mengonsentrasikan diri untuk mengurus anak-anak dan binatang piaraannya. Pada acara pengunduran dirinya ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh penggemar yang telah mendukungnya selama bertahun-tahun. "Mereka memberi saya inspirasi selama menjalani karir pada waktu saya senang dan membuat saya nyaman saat saya sedih, Saya akan merindukan mereka sama seperti saya merindukan berkompetisi di tenis," kata mantan petenis nomor satu dunia tahun 1991 itu. [AFP/SYH/L-9]
Klub basket Garuda Bandung menelan kekalahan pertamanya di ajang Liga Bola basket Indonesia (IBL) 2008. Kekalahan itu terjadi pada seri ketiga di GOR Bhinneka Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/2). Tim asuhan mantan pelatih nasional, Rastafari Horongbala itu takluk dari runner- up musim lalu, Aspac Jakarta dengan skor 59-60. "Pertahanan kami kurang tangguh. Patut diakui, Aspac lebih bagus dari kami. Setiap kelemahan yang kami perbuat bisa dipakai Aspac untuk mencuri poin," kata manajer tim Garuda, Simon Daniel Pasaribu seusai pertandingan seperti dikutip Antara.
Simon menyebutkan penyebab kekalahan timnya karena banyaknya kesalahan yang menyebabkan kehilangan bola (turn over) yang dilakukan Denny Sumargo, dkk. Selain itu, masalah pertahanan yang kurang padu membuat pemain Aspac dengan mudah mengacak-acak daerah pertahanan timnya. Pelatih Aspac, Abdulrahman Padang tetap mengakui kekuatan Garuda. "Kami memang bisa mengalahkan mereka, tetapi dengan masuknya Denny Sumargo ke klub tersebut, membuat Garuda berubah menjadi tim kuat. Garuda menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai," kata Padang usai pertandingan.
Pada pertandingan lainnya, Cahaya Lestari Surabaya (CLS) Knights gagal memetik kemenangan setelah dikalahkan Citra Satria (CS) Pontianak 66-72. [RBW/L-9]