SUARA PEMBARUAN DAILY

Dampak Lumpur Lapindo

Pengosongan Siring Barat Terlalu Dini

[SIDOARJO] Rekomendasi PT Fergaco Indonesia, agar kawasan RT 12/RW II Siring Barat, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, agar dikosongkan menyusul semakin banyak muncul gelembung yang mudah terbakar, dianggap Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) terlalu dini. Tim geologi masih melakukan penelitian.

Fergaco, perusahaan yang diberi tugas memantau kandungan gas di kawasan semburan lumpur, hanya memberi informasi seputar parameter low explosive limit dan asam sulifida di kawasan lumpur Lapindo. Karena itu pernyataan Fergaco berlebihan.

Hal tersebut dikemukakan Humas BPLS, Achmad Zulkarnaen, di Desa Mindi, Kecamatan Porong, Kamis (14/2) mengomentari rekomendasi Fergaco tentang pengosongan rumah penduduk di Siring Barat.

Seperti diberitakan, anggota Tim Fergaco, Dodie Irmawan mengatakan, hasil penelitian kandungan gas di Siring Barat mudah terbakar. Low explosive limit (LEL) di daerah tersebut rata-rata 37 persen, tetapi pernah mencapai 77 persen. Dengan demikian kandungan gas tersebut berbahaya karena mudah terbakar.

Sejak munculnya rekomendasi tersebut, sebanyak 50 keluarga Siring Barat resah karena Siring Barat berada di luar peta terdampak lumpur. Jika mereka pindah dari desanya, tidak memperoleh ganti rugi dari PT Lapindo Brantas.

Anggota Panitia Pengarah Panitia Khusus Lumpur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sidoarjo, Jalaluddin Alham minta agar polemik masalah ini dihentikan. [080]


Last modified: 15/2/08