SUARA PEMBARUAN DAILY

Sutiyoso: Makassar Sangat Tertinggal

[MAKASSAR] Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan kota yang masih sangat tertinggal pembangunannya dibanding kota lain di Indonesia. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar harus mewaspadai perkembangan urbanisasi, sebab masalah itu sangat kompleks dan menjadi beban berat untuk menata perkotaan.

"Saya ke Makassar tahun 1986. Apa yang saya lihat saat ini, tidak ada perubahan yang signifikan," kata Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso dalam jumpa pers, seusai berbicara pada seminar tentang 'Makassar 2025 Kembali ke Kota Dunia', di Makassar, Kamis (14/2).

Dikatakan, Jakarta mengalami lonjakan urbanisasi yang cukup besar, arus urbanisasi yang masuk ke Ibukota setiap tahun mencapai 250.000 orang.

Mereka menempati lahan-lahan kosong dan membuat bangunan liar di tepi jalan, sehingga menciptakan problema sosial yang menyulitkan penanganannya bagi pemerintah kota.

Sutiyoso yang diundang khusus oleh Wali Kota Makassar Ilham Arif Siradjuddin untuk berbagi pengalaman selama ia memimpin Jakarta, menyarankan agar pemkot memberi jaminan hukum kepada setiap orang yang mau berinvestasi di daerah tersebut.

"Kalau daerah ini aman, tertib dan tidak selalu diwarnai aksi unjuk rasa, serta ada jaminan hukum untuk orang berinvestasi, niscaya investor akan melirik Makassar," katanya.

Berdampak Serius

Sementara itu, Ilham memaparkan perjalanan panjang kota yang berdiri sejak 8 November 1607. Kota Makassar dengan luas 175,77 kilometer persegi (km2) kini berpenduduk lebih 1,2 juta dengan kepadatan penduduk meningkat 4 kali lipat atau sebesar 28,070 jiwa per km2, setara dengan kota dunia seperti New York, Tokyo, Hong Kong, dan Singapura, berdampak serius terhadap masalah tata ruang, ekonomi, dan sosial.

Dari segi penyiapan infrastruktur jalan dan lalu lintas, sudah harus diterapkan sistem angkutan massal. Sebab, tahun 2025 diprediksi kendaraan pribadi dan sepeda motor akan berjumlah 2,13 juta dengan asumsi penambahan ruas jalan hanya 7.500 km.

Jika tidak diatasi dari sekarang, Kota Makassar sebagai kota maritim, niaga, pendidikan, budaya, dan jasa, memasuki 2011, Makassar sudah dilanda masalah transportasi dan terjadi kemacetan total di mana-mana.

Mengantisipasi masalah itu, Ilham mengatakan, sejak 2004 lalu Makassar mulai meletakkan pondasi menuju kota dunia dengan visi jangka panjang 2025, dan itu dituangkan dalam peraturan daerah. [148]


Last modified: 15/2/08