SUARA PEMBARUAN DAILY

Hizbullah Deklarasikan Perang terhadap Israel

[BEIRUT] Pascakematian pemimpin Hizbullah Imad Mughnieh, Petinggi Hizbullah Hassan Nasrallah mendeklarasikan perang terbuka terhadap Israel. "Mari jadikan perang ini terbuka," tandas Nasrallah, Kamis (14/2), saat pemakaman Mughnieh yang terbunuh dalam ledakan bom mobil di Damaskus, Suriah, Selasa (12/2).

Kematian Mughnieh, bagi Nasrallah, akan menambah semangat penghilangan negara Yahudi Israel. Radio militer Israel menyiarkan ancaman Nasrallah untuk menyerang fasilitas Israel di mancanegara. Oleh karena itu, departemen antiterorisme Israel meminta orang-orang Israel yang berada di luar negeri untuk mengantisipasi serangan Hizbullah. Kemarin, Israel menyambut gembira terbunuhnya Mughnieh tetapi membantah keterlibatan mereka.

Pada kunjungannya ke Washington, Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni mengatakan negaranya mengerti bagaimana berurusan dengan Hizbullah. "Israel adalah negara yang kokoh. Pernyataan oleh teroris tidak akan mengubah ini dan kami tidak panik," tegasnya.

Kepala Staf Militer Israel Letjen Gaby Ashkenazi telah memerintahkan angkatan darat, udara dan laut bersiaga menjaga perbatasan di utara dan titik-titik vital lainnya.

AS juga khawatir dengan ancaman Nasrallah. "Pernyataan itu cukup memprihatinkan dan menggemparkan semua orang," kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Sean McCormack.

Di pinggiran selatan Beirut, orang-orang yang berkabung melambaikan bendera kuning Hizbullah sambil mengacung-acungkan kepalan ke udara. Diperkirakan 20.000 orang menghadiri pemakaman Mughnieh, termasuk PM Iran Manouchehr Mottaki. Dia juga mengadakan konferensi pers bersama dengan PM Suriah Walid Muallem di Damaskus. Muallem menyampaikan harapan agar pembunuh Mughnieh segera terungkap. "Kematian Mughnieh telah memadamkan seluruh upaya menciptakan perdamaian," tambah Muallem. [AFP/B-14]


Last modified: 14/2/08