SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemberontak Karen Tewas

[MAE SOT] Seorang pemimpin etnis Karen yang menentang pemerintahan militer Myanmar, Mahn Sha (64), tewas ditembak oleh dua lelaki bersenjata yang memasuki rumahnya di perbatasan Thailand-Myanmar.

Belum diketahui siapa pelaku penembakan terhadap Mahn Sha yang menjabat Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Karen (KNU). Mahn Sha tinggal di Mae Sot, sebuah kota di wilayah Thailand yang berbatasan dengan Myanmar.

Menurut pejabat polisi Thailand, Kolonel Pasawat Tangjui, belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan yang terjadi pada Kamis (14/2). Diperkirakan penembakan itu disulut oleh perbedaan di internal pergerakan etnis Karen.

KNU sejak lama berjuang menentang junta militer yang sering berlaku sewenang-wenang terhadap kaum minoritas. Karena itu, kematiannya menjadi pukulan tersendiri untuk gerakan prodemokrasi. "Kami kehilangan seorang tokoh berkualitas, bukan hanya bagi KNU tetapi juga seluruh perjuangan demokrasi Burma. Dia seorang sosok kunci, ibarat mesin penggerak KNU," komentar juru bicara kelompok oposisi Pemerintahan Koalisi Nasional untuk Burma, Zin Linn.

Sejak 1988, banyak kelompok etnis yang menandatangani gencatan bersenjata dengan junta berkuasa yang dulu dikenal dengan sebutan Dewan Pembangunan dan Perdamaian Negara (SPDC). Tetapi pemberontak Karen belum sepakat untuk meletakkan senjata.

Perjuangan KNU telah berlangsung lebih lima dekade untuk menuntut otonomi. Tetapi serbuan tentara pemerintah dan perpecahan di dalam menyusutkan kemampuan mereka pada sepuluh tahun terakhir. [AP/Y-2]


Last modified: 14/2/08