SUARA PEMBARUAN DAILY

Pasukan Australia Bertahan di Timor Leste

AFP/ Mario Jonny Dos Santos

PM Australia Kevin Rudd memeluk PM Timor Leste Xanana Gusmao di Dili, Timor Leste, Jumat (15/2).

[DILI] Perdana Menteri Australia Kevin Rudd berjanji akan mempertahankan pasukan Australia di Timor Leste sepanjang dibutuhkan untuk menjamin keamanan di sana. "Tujuan dari kunjungan saya adalah untuk menyatakan secara jelas dan tegas bahwa Australia akan berdiri bahu-membahu dengan Timor Leste di masa depan guna menjaga sistem pemerintahan yang demokratis," tukas Rudd, yang berkunjung singkat di Timor Leste, Jumat (15/2).

"Australia berada di sini di saat baik maupun buruk dan di saat sulit," ujarnya setelah bertemu dengan PM Timor Leste Xanana Gusmao.

Ditanya sampai kapan pasukan Australia di sana, Rudd menyatakan sepanjang diminta oleh Pemerintah Timor Leste. "Yang pasti, kami ingin menjadi mitra dalam perdamaian dan keamanan jangka panjang sehingga kami selalu terbuka bagi teman-teman kami di Dili," ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Agung Timor Leste Longuinhos Monteiro, Jumat (15/2), mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 12 tersangka penyerangan ke rumah Presiden Jose Ramos Horta. Perintah penangkapan itu sudah diserahkan kepada kepolisian sejak Kamis. Belum jelas siapa saja yang masuk daftar tersebut.

Kedatangan Rudd disambut Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Australia Brigjen James Baker dan Menteri Keuangan Timor Leste Emilia Pires.

Rudd telah menyetujui penambahan 350 pasukan Australia di Timor Leste guna memperkuat pengamanan. Selain Xanana, Rudd juga bertemu presiden sementara Timor Leste Fernando de Araujo, serta pemimpin partai oposisi Fretilin Mari Alkatiri. Dia juga direncanakan mengunjungi pangkalan Pasukan Internasional asal Australia, sebelum pulang pukul 12.30 WIT.

Menteri Luar Negeri Timor Leste Zacarias da Costa, dalam pernyataannya, Kamis (14/2) malam, mengatakan kunjungan Rudd itu sangat penting.

"Sekarang merupakan masa yang sulit untuk melihat siapa kawan kita. Dalam masa yang sulit ini PM Australia sendiri mau datang ke Timor Leste untuk menyampaikan solidaritas, dan dukungannya pada pemerintah, dan bagi semua rakyat Timor Leste," tambahnya.

Di Canberra, Kamis, Rudd mengatakan Australia sangat terganggu dengan upaya pembunuhan Horta dan Gusmao. "Kami ingin menjalankan peran kami dalam menjaga keamanan, dan stabilitas, serta menegaskan lagi dukungan untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Timor Leste," ucap Rudd.

Sementara dilaporkan, Horta yang telah menjalani tiga operasi, kini dalam penyembuhan di rumah sakit di Darwin. [AFP/B-14]


Last modified: 14/2/08