[JAKARTA] Meski penerapan sistem televisi jaringan ditunda hingga 29 Desember 2009 mendatang, stasiun televisi swasta TvOne sudah siap dan tengah meningkatkan infrastruktur. Selain sumber daya manusia, TvOne mulai menjajaki kerja sama dengan televisi lokal.
Kepada SP, Rabu (13/2), Wakil Direktur Utama A Ardiansyah Bakrie mengatakan TvOne sudah mempersiapkan pelaksanaan sistem televisi jaringan sesuai amanat undang- undang. Meskipun persiapan televisi jaringan cukup sulit, TvOne tak merasa keberatan.
"Kami tentunya harus melakukan kerja sama siaran dengan televisi-televisi lokal untuk menayangkan acara lokal setempat. Di Batam, kami sudah menjalin kerja sama. Mungkin daerah-daerah lain akan menyusul," tutur Ardi seraya menegaskan utang-utang pemilik lama di Bank Mandiri sudah diselesaikan pemilik baru.
Direktur Teknik TvOne Alex Kumara juga menambahkan TvOne sedang mengembangkan biro-bironya di tiap-tiap daerah, yang sudah berjalan selama dua tahun belakangan.
"Kami mengikuti peraturan pemerintah tentang sistem televisi jaringan, walau ditunda dua tahun, kami tetap mempersiapkan diri. Sekarang ini, orang-orangnya sudah disiapkan. Biro-biro yang sudah ada akan kami kembangkan di masing-masing kota dan kami akan terus bekerja sama dengan biro dari kota lain," ujar Alex.
Dengan penyelenggaraan sistem televisi jaringan, lanjut Alex, pemerintah dan perusahaan televisi nasional masih memerlukan banyak peraturan yang menjadi pendukung Undang-undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.
Alex menjelaskan, pemerintah dan perusahaan televisi nasional saat ini tengah mencari jalan keluar agar UU No 32 tahun 2002 tidak bertentangan dengan UU Pasar Modal.
"Hal ini yang kami sampaikan ke pemerintah karena hingga saat ini tidak ada yang tahu pemecahannya. Tetapi sejauh ini kami, pemerintah dan perusahaan televisi nasional, sudah mengadakan pertemuan guna membahas persoalan ini," ucap Alex.
Sementara itu, dari sisi konten siaran, sambung Alex, TvOne tengah meningkatkan kualitas siarannya dengan menghadir- kan program-program baru yang lebih menarik.
Hal ini diakui pula oleh Direktur Utama TvOne Erick Thohir. Erick mengatakan, menghadapi sistem televisi jaringan, muatan siaran TvOne akan lebih berkualitas dengan memfokuskan siaran pada informasi, olahraga dan tayangan-tayangan hiburan.
"Dalam beberapa bulan ke depan TvOne akan memiliki kerjasama dengan lima biro daerah. Saat ini, kami sudah melakukan kerjasama dengan tiga biro, Jawa Timur, Medan, dan Makasar. Menyusul segera Jawa Tengah dan Kalimantan. Untuk studio, kami sudah persiapkan," tutur Erick.
Erick menambahkan, dari segi teknis, infrastrukturnya sedang dibangun. Saat ini TvOne sudah membangun studio di biro-biro daerah. Meskipun, pembangunan menaranya masih dalam tahap pembahasan.
Penerapan sistem siaran televisi jaringan ditujukan agar siaran televisi tidak terpusat. Sistem ini diharapkan dapat membantu pertumbuhan industri siaran televisi daerah/lokal.
Ketentuannya nanti jika sistem ini diterapkan adalah perusahaan televisi nasional, untuk mengudara di daerah harus bermitra dengan televisi lokal. Dengan demikian, diharapkan akan tumbuh industri penyiaran lokal dengan muatan lokal dan kepemilikan modal tidak hanya terkonsentrasi di pusat.
Penundaan yang diumumkan pemerintah Desember 2007 lalu dilakukan karena infrastrukturnya berupa saluran frekuensi melalui satelit jumlahnya terbatas, sehingga setiap perusahaan siaran televisi harus memiliki jaringan sendiri.
Ubah Citra
Secara resmi, TvOne mengudara sebagai televisi nasional, Kamis (14/2). Dengan demikian, pemilik baru menanggalkan nama Lativi. Perubahan nama juga akan diikuti dengan perubahan muatan siaran dan target pasar.
Dengan mengusung nama barunya ini, TvOne akan fokus untuk menyajikan program informasi sebanyak 70 persen, olahraga sebanyak 20 persen, dan 10 persen akan diisi dengan film, dan acara hiburan lainnya.
Sebagai pendatang baru dalam dunia berita, TvOne telah mempersiapkan bentuk berita seperti, Apa Kabar Indonesia, diskusi ringan yang mengulas topik-topik terhangat. Sementara untuk program berita hardnews, TvOne akan menyuguhkan Kabar Pagi, Kabar Pasar, Kabar Siang, Kabar Petang, dan Kabar Malam.
Khusus Kabar Petang, pemberitaan yang ditampilkan akan menghadirkan berita-berita dari Biro Jakarta dan tiga Biro Daerah, Medan, Surabaya, dan Makasar.
TvOne juga memproduksi program mengenai peristiwa yang tengah marak terjadi dan hangat diperbincangkan seperti, Telusur, Kerah Putih, Menyingkap Tabir, dan Mata Kamera. Sementara program dokumenter TvOne akan menampilkan tontonan penuh petualangan dan education-entertainment (edutainment) lewat Nuansa Seribu Pulau, Sahabat Satwa, Panji Sang Penakluk dan Khatulistiwa.
Untuk program gaya hidup wanita, TvOne menyuguhkan Dunia Belanja, Gaya, Home Living dan Mr Renov, sedangkan untuk "penggila bola," program sport akan menayangkan siaran langsung Kompetisi Sepakbola Nasional (Copa Indonesia), Sepak Bola Eropa (Liga Inggris dan Liga Belanda), Kompetisi Bola Basket Nasional (IBL), dan Bola Volley Nasional (Pro Liga).
Direktur Pemberitaan, Olahraga dan Produksi Sukarni Ilyas mengatakan, perubahan muatan ini akan menghapus tayangan-tayangan yang banyak dikeluhkan masyarakat belakangan ini.
"Selama ini masyarakat kan mengeluh, mereka sudah muak dengan tayangan berbau seks, porno dan mistis. TvOne akan menjawab keluhan-keluhan tersebut, tvOne merupakan jawaban dari keluhan masyarakat,"ujar Karni optimis. [CNV/U-5]