[SEMARANG] Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Jawa Tengah mendesak pemerintah pusat segera menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) baru karena harga gabah dan beras yang menjadi patokan saat ini tidak sesuai kondisi lapangan.
"Kenaikan HPP ini untuk memberikan rasa aman petani yang sudah mulai penen. Inpres Nomor 13/2007 yang merupakan pedoman bagi Bulog untuk pengadaan beras dan gabah sudah tidak sesuai kondisi lapangan saat ini," kata Ketua DPW PPNSI Jateng Riyono di Semarang, Kamis (14/2) seperti dikutip Antara.
Karena itu, menurut dia, HPP gabah dan beras harus segera disesuaikan dengan perkembangan harga di tingkat petani, sebab tidak cocok dengan biaya produksi dan beban hidup petani.
Ia menjelaskan, HPP seharusnya disahkan pada Februari, bukan April seperti tahun 2007 karena saat ini petani sudah memasuki masa panen. Selain itu, agar ada jaminan harga dan kepastian pembelian dari Bulog kepada petani.
Saat ini Bulog hanya melihat dan menunggu kapan HPP baru akan diterbitkan. "Hal inilah yang sering digunakan oleh Bulog untuk menghindar dari upaya membeli gabah petani," katanya.
Dalam Inpres No. 13/2007 di sebutkan harga GKP (gabah kering panen) Rp2.000,00/kg, GKG (gabah kering giling) Rp2.575,00/kg, dan beras Rp4.000,00/kg.
Menurut PPNSI, patokan harga ini sudah tidak layak di tingkat petani. PPNSI mengusulkan, GKP dari Rp2.000,00 dinaikkan menjadi Rp2.300,00 GKP dari Rp2.575,00 menjadi Rp2.700,00, dan beras dari Rp4.000,00 menjadi Rp4.500,00. Usulan ini dilandasi sejumlah alasan, yakni biaya produksi padi tahun ini naik karena bencana banjir.
Sementara itu, cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog saat ini hanya sekitar 350.000 ton, akibat terbatasnya alokasi anggaran.
"Idealnya, Bulog menaikkan cadangan hingga satu juta ton," kata Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar di Jakarta, baru-baru ini.
Sementara itu, sebanyak 84 persen beras, atau sekitar 28 juta ton dikonsumsi oleh petani. Masa paceklik yang terjadi pada Januari hingga Februari 2008 ini membuat petani memilih menyimpan berasnya untuk dikonsumsi sendiri. [L-11]