SUARA PEMBARUAN DAILY

Peningkatan ''Rating'' Sudah Waktunya

[JAKARTA] Peningkatan rating Indonesia dari BB minus menjadi BB oleh lembaga Fitch Rating, disambut baik oleh pemerintah. Bahkan, menurut Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, hal itu memang sudah waktunya.

"Seharusnya, justru peningkatan rating tersebut terjadi pada bulan-bulan sebelumnya, karena telah terjadi perbaikan dalam perekonomian nasional," KATA Boediono SEusai membuka acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia yang bertema "Memberdayakan Ekonomi Kerakyatan melalui Pasar Modal" diJakarta, Kamis (14/2).

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings telah menaikkan peringkat jangka panjang mata uang asing dan lokal (IDR-Issuer Default Ratings) Indonesia menjadi "BB" dari sebelumnya "BB-", karena membuat kemajuan dalam peningkatan iklim investasi. "Prospek (outlook) untuk kedua peringkat tersebut adalah stabil," kata Fitch dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis.

Dalam waktu yang sama, Fitch juga menaikkan country ceiling dari "BB" menjadi "BB+" dan mempertegas kembali peringkat jangka pendeknya pada "B". Kenaikan peringkat tersebut, mencerminkan kebijakan Indonesia yang lebih agresif dalam melaksanakan agenda reformasi struktural dalam menghadapi iklim investasi yang lemah.

"Usaha pemerintah memberantas korupsi, birokrasi, dan peraturan yang menghambat perluasan investasi pada 2007, ditambah dengan UU Investasi, dan juga sebuah paket kebijakan ekonomi, terutama bertujuan untuk menjawab kekhawatiran utama para investor," kata Ai Ling Ngiam, direktur pada tim Sovereign Ratings Fitch.

"Pertumbuha ekonomi positif dan implikasi neraca pembayaran yang telah menjadi bukti pada 2007, memungkinkan Indonesia untuk memasuki periode kondisi kredit global yang ketat dan melemahnya permintaan eksternal dalam sebuah pijakan yang kuat," katanya.

Kebijakan makro ekonomi pragmatis Indonesia telah mengembalikan ekonomi ke basis pertumbuhan PDB yang kuat dan menyeluruh di atas enam persen sejak kwartal keempat 2006. Pemulihan permintaan rumah tangga, yang merupakan 60 persen lebih dari nominal PDB, dapat menutup sebagian pelambatan permintaan eksternal. "Sementara kenaikan investasi sektor swata asing dan lokal akan mendukung pertumbuhan jangka menengah," katanya.

Risiko Berkurang

Menurut Boediono, dengan peningkatan rating tersebut, diprediksi risiko premium pengusaha-pengusaha asal Indonesia di luar negeri akan berkurang.

"Kalau kita mau pinjam di luar negeri, lebih murah sekarang. Bagus bagi perusahaan Indonesia," katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, naiknya peringkat Indonesia tersebut, menjadi sebuah indikasi tersendiri atas kepercayaan dari dunia luar.

"Ini merupakan aset yang tidak ternilai dari suatu negara. Suatu trust itu merupakan aset yang tidak ternilai dari suatu negara. Tugas kita bersama-sama untuk menjaga trust itu," kata Sri. [D-10/PR/M-6]


Last modified: 14/2/08