[MANADO] Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mengancam untuk mencabut izin pemilik toko bangunan yang diduga menimbun semen sehingga terjadi kelangkaan. Pemerintah tidak akan mendiamkan, karena kelangkaan semen terus terjadi.
"Mereka yang terbukti menimbun semen sehingga terjadi kelangkaan akan segera dicabut izinnya," kata Wakil Gubernur Sulut, Freddy Sualang kepada SP, di Manado, Rabu (13/2).
Pantauan SP hingga Rabu (13/2), masih terjadi kelangkaan semen di Sulut, sehingga masyarakat dan para kontraktor mengeluh. Selain langka, harga juga sudah terlalu tinggi yakni naik lagi dari Rp 53.000 per sak menjadi Rp 56.000 per sak. Kebutuhan semen di Sulut sekitar 400.000 ton saat ini, sementara pasokan dari pabrik hanya sekitar 300.000 ton.
Sualang mengatakan, kelangkaan semen itu jelas menghambat pembangunan. Pabrik semen sudah diminta menambah pasokan semen. Pada Rabu (13/2), telah masuk 5.000 ton semen Tonasa. Sementara pekan depan, akan masuk lagi dari Semen Bosowa dan Tiga Roda.
Dia berharap kepada pengecer tidak menaikkan harga. Kalau harga dari pabrik hanya Rp 41.000 per sak, sementara di ting- kat konsumen, sudah menjadi Rp 56.000 per sak. Di beberapa kabupaten kepulauan juga naik terus. Ini merugikan sekali.
"Kami minta pemerintah segera mendatangkan semen yang banyak. Kami sulit mendapat semen saat ini dan kalau tersedia, harganya mahal. Ini harus dituntaskan," kata Agus K, warga Manado. [136]