[JAKARTA] Brigjen TNI (Purn) Karel Alberth Ralahalu (gubernur saat ini) yang secara resmi dicalonkan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI-P) sebagai gubernur Maluku, dinilai pantas memimpin provinsi ini periode 2008-2013. DPP menyerahkan siapa yang akan menjadi pasangannya sebagai calon wakil gubernur.
"Jika Karel disandingkan dengan Said Assagaf untuk memimpin Maluku, kami yakin beliau berdua adalah kombinasi yang pas mengingat mereka memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan jujur. Apalagi sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Assagaf menguasai bidangnya sebagai birokrat murni," kata Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Cabang Seram Bagian Barat, Thamrin Nain di Jakarta, Rabu (13/2).
Senada dengan Bamusi, Aliansi Pemuda Maluku juga menilai pasangan Karel-Assagaf adalah representasi kultur dan kewilayahan daerah Maluku. Di mata mereka yang mewadahi Mahasiswa Pancasila (Mapancas), Kelbes Pemuda Justitia, Lembaga Perekonomian NU, Lembaga Pengembangan Ekonomi Rakyat (Lemppera) dan Studi Etnologi Masyarakat Nelayan Kecil (Semank) sepakat mendukung pencalonan pasangan Karel-Assagaf.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku serta ormas-ormas Islam seperti Gerakan Pemuda Anshor, Angkatan Muda Ka'bah, Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Remaja Muhammadiyah, hingga Remaja Masjid Maluku Tengah dan Pengajian Al-Furqon Batu Merah, juga sepakat mendukung sosok Assagaf sebagai pendamping yang tepat bagi Karel.
"Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur adalah putra daerah yang mengetahui kondisi sosial budaya serta adat istiadat rakyat Maluku secara tepat. Cagub dan cawagub harus tidak terkontaminasi dengan konflik yang terjadi Maluku bahkan secara aktif menjadi mediator penyelesaian konflik di Maluku. Dan semuanya itu hanya dimiliki oleh pasangan Karel-Assagaf," tutur Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Anshor Maluku, Sagap Kelrey. [VL/M-15]